Memaknai Ketakutan dan Keikhlasan dalam "Semua Boleh Pergi, Asal Jangan Ibu"

  • 27 Feb 2026 13:28 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat, sebuah karya literatur hadir membawa pesan sentimental yang sangat mendalam tentang sosok paling sentral dalam kehidupan manusia. Buku bertajuk Semua Boleh Pergi, Asal Jangan Ibu karya penulis yang dikenal dengan nama Aroma, resmi diluncurkan oleh Penerbit Kita pada medio November 2025.

Buku ini membedah sebuah ketakutan universal yang sering kali dipendam: hilangnya figur ibu. Aroma berhasil meramu perasaan cemas, kasih sayang, dan realita pahit menjadi sebuah narasi yang menggugah nalar dan rasa.

Ibu sebagai Poros Dunia

Pesan utama yang diangkat dalam karya ini bukan sekadar tentang ketergantungan, melainkan tentang pengakuan atas peran ibu yang tak tergantikan. Beberapa poin esensial yang dibahas meliputi:

  • Pilar Ketenangan: Bagaimana kehadiran seorang ibu sering kali menjadi satu-satunya alasan seseorang tetap tegak di tengah badai kehidupan yang menghancurkan hal-hal lain.

  • Ketakutan akan Kehilangan: Aroma dengan berani mengeksplorasi sisi egois manusia yang merasa sanggup kehilangan apa pun—pekerjaan, harta, atau kawan—kecuali sosok ibu yang menjadi rumah bagi jiwanya.

  • Bakhti dan Penyesalan: Buku ini juga berfungsi sebagai pengingat keras bagi para pembaca untuk menghargai waktu yang masih tersisa, sebelum "kepergian" yang ditakutkan itu menjadi nyata.

Gaya Penulisan yang Intim

Diterbitkan oleh Penerbit Kita, buku ini menonjol karena gaya bahasanya yang sangat personal. Aroma tidak memosisikan diri sebagai pengajar, melainkan sebagai seorang anak yang sedang bercerita di depan api unggun. Penggunaan metafora yang kuat membuat setiap bab terasa seperti pelukan, sekaligus cubitan bagi mereka yang sering melupakan kehadiran ibu.

"Dunia bisa saja runtuh dan orang-orang bisa saja beranjak pergi, namun selama ibu masih ada, kita selalu punya alasan untuk pulang dan memulai kembali." — Aroma

Sebuah Refleksi tentang Waktu

Semua Boleh Pergi, Asal Jangan Ibu adalah sebuah refleksi tajam tentang prioritas hidup. Melalui buku ini, Aroma mengajak pembaca untuk merenung: sejauh mana kita telah memberikan ruang bagi ibu di tengah kesibukan kita mengejar dunia yang sebenarnya "boleh pergi" itu?

Buku ini menjadi bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin belajar tentang seni mencintai tanpa syarat dan bagaimana mempersiapkan hati untuk sebuah perpisahan yang pasti, namun selalu terasa terlalu cepat.

Rekomendasi Berita