Nunukan Siap Sambut Lomba Kicau Mania Bupati Cup-I

  • 03 Mei 2025 15:12 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Kabar baik bagi para pecinta burung kicau di Kabupaten Nunukan. Dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Nunukan (Disbudporapar) akan menggelar lomba burung berkicau berskala provinsi sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata daerah. Salah satu lokasi yang akan menjadi tuan rumah adalah kawasan wisata Mangrove Bunusan yang selama ini dikenal sebagai destinasi alam yang eksotis.

Informasi ini disambut antusias oleh komunitas kicau mania di Nunukan, termasuk oleh Risky, salah satu penghobi burung kicau lokal. Ia menyatakan rasa senangnya dan berharap acara ini bisa berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Sangat senang dengar kabar ini. Semoga bisa benar-benar terlaksana, apalagi katanya akan diikuti peserta dari Malaysia dan hadiahnya cukup besar, termasuk motor roda dua,” ungkap Risky, Sabtu pagi (3/5/2025).

Meski begitu, Risky juga mengajukan satu pertanyaan penting yang banyak ditanyakan para penghobi lainnya, apakah peserta akan dikenakan biaya pendaftaran atau tidak. “Kalau bisa jelas dari awal, supaya kami bisa mempersiapkan anggaran. Apalagi, buat kami para penghobi, hadiah utama seperti motor itu sangat menggiurkan,” tambahnya.

Menurutnya, komunitas kicau mania di Nunukan sejauh ini masih kalah aktif dibanding daerah lain seperti Tarakan, Malinau, dan Samarinda. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sponsor serta penyelenggara yang rutin mengadakan lomba. Ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar geliat lomba burung bisa semakin hidup di Nunukan.

“Ibaratnya, lomba itu jalan dari uang pendaftaran. Berapa yang masuk, berapa untuk peserta, dan seterusnya. Kalau tak ada sponsor, ya berat. Tapi kadang kami, para penghobi, tetap ikut walau tahu mungkin rugi,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Untuk Lomba Bupati Cup Season-1 yang akan datang, Risky sudah mempersiapkan tiga burung andalan: murai, Kacer, dan cucak ijo. Ia mengandalkan cucak ijo yang selama ini kerap menjadi juara di berbagai lomba lokal.

“Cucak ijo itu jagoan saya. Sering menang. Murai juga pernah berprestasi, sementara Kacer baru selesai ganti bulu dan sekarang siap turun gelanggang,” kata Risky dengan semangat. lomba ini bisa menjadi langkah awal kebangkitan dunia perburungan di Nunukan, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata daerah. MM


Rekomendasi Berita