3 Fakta Menarik Konstelasi Draco si 'Naga'

  • 26 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Bagi Anda yang mengikuti serial populer Harry Potter, nama Draco Malfoy tentu sudah tidak asing lagi. Terdapat fakta menarik bahwa J.K. Rowling, penulis novel tersebut, terinspirasi dari konstelasi Draco saat menentukan nama bagi karakter rival Harry Potter tersebut. Dalam Bahasa latin 'Draco' artinya adalah naga, sedangkan dalam Bahasa Yunani kata ini merujuk pada 'ular besar' atau 'naga yang mengawasi'.

Selain popularitasnya di dunia literatur, Draco merupakan salah satu dari 88 konstelasi modern yang paling dikenal secara luas. bukan hanya dikarenakan ukurannya yang masif, tetapi juga karena konselasi ini punya info-info yang menarik. Berikut beberapa fakta menarik tentang konstelasi draco mulai dari lokasi hingga kisah mitologinya.

Naga dari Northern Sky

Nama Draco sendiri berasal dari bahasa Latin, draconem atau draconis, yang secara harfiah berarti naga. Penamaan ini bukan tanpa alasan, ya. Kalau Anda perhatikan pola bintangnya, konstelasi ini membentang membentuk huruf 'S' panjang yang meliuk-liuk, persis seperti naga yang sedang melintasi langit malam. Lantas, di mana Anda bisa menemukan naga langit ini?

Mengutip dari laman Space, Draco termasuk konstelasi sirkumpolar di garis lintang utara. Sederhananya, konstelasi ini hanya bisa Anda amati jika berada di belahan bumi utara (northern sky) dan sayangnya tidak terlihat dari belahan bumi selatan. Kabar baiknya, Draco selalu hadir sepanjang tahun, tapi waktu paling ideal bagi Anda untuk mengamatinya adalah pada bulan Juli sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Termasuk Konstelasi Kuno dan Terbesar

Apakah Anda tahu mengapa konstelasi ini termasuk dalam kategori konstelasi kuno? Menurut penjelasan dari Universe Today, konstelasi Draco pertama kali dikatalogkan oleh astronom Yunani Kuno ternama, Claudius Ptolemaeus atau yang lebih dikenal sebagai Ptolemy. Pada abad ke-2 Masehi, ia memasukkan Draco ke dalam bukunya yang legendaris, Almagest, bersama 47 konstelasi lainnya.

Karena itulah, konstelasi Draco masuk jajaran konstelasi kuno, sejajar dengan nama-nama besar seperti Orion, Ursa Major, dan Scorpius. Yang lebih mengesankan lagi adalah ukurannya. Mengutip Britannica Kids, luas area konstelasi Draco itu mencapai 1.083 derajat persegi atau kalau dibandingkan dengan luas permukaan bulan, diperlukan sekitar 5.415 bulan untuk memenuhi seluruh luas area konstelasi naga ini!

Kisah Mitologi

Kalau bicara soal mitologi, ternyata konstelasi Draco ini eksis di banyak kebudayaan, mulai dari Yunani, Romawi, Sumeria, sampai Arab. Menurut versi Yunani Kuno, Draco itu digambarkan sebagai 'Ladon', naga yang ditugaskan menjaga pohon apel emas di taman Hesperides. Pohon apel emas ini bukan sembarang pohon, tapi hadiah pernikahan spesial dari Zeus untuk Hera.

Beda lagi kalau kita intip mitologi Romawi. Draco dianggap sebagai seorang Titan yang berani melawan para dewa selama sepuluh tahun. Nasibnya berakhir di tangan dewi Minerva yang melemparnya ke langit, tepatnya di area kutub utara. Nah, kalau di kepercayaan Sumeria, Draco ini dikaitkan dengan kisah peperangan langit melawan dewa Marduk. Uniknya, orang Arab punya perspektif yang beda jauh. Mereka dulu melihat gugusan bintang Draco ini bukan sebagai naga, melainkan sekelompok unta yang lagi berkumpul di langit utara!

(Sumber: Space, Universe Today dan Britannica)

Rekomendasi Berita