Kasus TBC pada Bayi di Nunukan Meningkat
- 06 Feb 2026 16:40 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan mencatat sebanyak 545 kasus tuberkulosis (TBC) sedang dalam penanganan. Dari jumlah tersebut, 100 kasus di antaranya menyerang bayi di bawah usia dua tahun atau baduta.
Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah kasus TBC pada baduta tercatat sebanyak 70 kasus dan kini melonjak menjadi 100 kasus.
Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj. Miskia, mengatakan penularan TBC pada bayi umumnya berasal dari orang tua atau lingkungan terdekat yang merupakan pengidap TBC aktif. Hal tersebut membuat bayi sangat rentan tertular.
“Penularannya itu banyak dari orang tua atau lingkungan, makanya penderita TBC sangat penting menggunakan masker agar tidak menularkan ke yang lain,” kata Hj. Miskia, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, tim kesehatan lingkungan bersama petugas posyandu dan puskesmas rutin mengingatkan para orang tua penderita TBC untuk disiplin melakukan pencegahan. Salah satunya dengan penggunaan masker saat berinteraksi dengan anak maupun anggota keluarga lainnya.
Selain pencegahan penularan, Miskia juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TBC. Menurutnya, penyakit ini dapat disembuhkan selama pasien rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis.
“Obatnya memang harus diminum rutin sesuai waktu yang ditentukan supaya kuman TBC benar-benar mati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Miskia mengingatkan orang tua agar memastikan bayi mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Imunisasi yang didukung dengan pemenuhan gizi seimbang dinilai dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap berbagai penyakit.
Ia menyebutkan, kekebalan tubuh yang baik akan membantu bayi melawan infeksi, termasuk TBC, meski berada di lingkungan dengan risiko penularan. Oleh karena itu, orang tua sangat berperan dalam melindungi kesehatan anak sejak dini.