Cegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan
- 03 Mar 2026 14:56 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Puasa Ramadan adalah momen penting ibadah bagi umat Muslim, tetapi menjalankannya tanpa memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dapat menimbulkan risiko dehidrasi. Saat menahan haus dari terbit fajar hingga waktu berbuka, tubuh kehilangan banyak cairan yang jika tidak segera diganti dapat mempengaruhi aktivitas harian dan kesehatan secara keseluruhan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI melalui portal Ayo Sehat, cara paling efektif mencegah dehidrasi selama puasa adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Secara umum, dianjurkan untuk minum setidaknya delapan gelas air putih dalam sehari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Strategi praktis pemenuhan cairan ini dapat dilakukan dengan pola minum 2-4-2. Artinya, dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas pada malam hari, serta dua gelas saat sahur sebelum mulai berpuasa kembali di pagi hari. Dengan cara ini, kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi meskipun waktu minum terbatas.
Selain minum air putih, ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang juga mengandung banyak cairan seperti buah-buahan dan sayuran. Hal ini tidak hanya membantu menjaga hidrasi tubuh tetapi juga memberikan nutrisi penting lainnya yang mendukung kesehatan selama puasa.
Konsumsi minuman berkafein atau gula tinggi pada saat sahur maupun berbuka juga sebaiknya dibatasi. Minuman berkafein dapat bersifat diuretik sehingga mempercepat kehilangan cairan, sementara minuman manis tidak efektif dalam memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh.
Gejala dehidrasi ringan bisa berupa mulut kering, pusing, lemas, sampai warna urine yang gelap. Jika dibiarkan, dehidrasi berat dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius seperti tekanan darah rendah dan gangguan fungsi organ. Oleh karena itu, pemenuhan cairan tubuh harus menjadi prioritas saat menjalankan puasa.
Dengan pola minum yang tepat, pemilihan menu makanan yang sehat, dan kesadaran akan pentingnya hidrasi, ibadah puasa dapat dijalankan dengan kondisi tubuh yang bugar dan fit. Puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual tetapi juga momentum untuk hidup lebih sehat.(Sumber.Kemenkes)