Cerita Panjang Nasi Kebuli, dari Timur Tengah Sampai ke Indonesia
- 14 Mar 2026 05:37 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Pernah makan Nasi Kebuli? Ternyata sepiring Nasi ini punya cerita Panjang dari Timur Tengah sampai ke Indonesia. Nasi Kebuli adalah hidangan nasi berbumbu khas Timur Tengah yang kaya aroma rempah yang popular di Komunitas Arab Betawi dan jadi favorite di momen keagamaan Islam, Seperti Lebaran, Maulid, atau Buka Puasa bareng keluarga.
Asalnya dari Timur Tengah dipengaruhi oleh kuliner Arab, India, dan Afganistan. Terutama hidangan Pilaf, Mandi, dan Biryani yang dibawa lewat perdagangan dan migrasi. Nama "Kebuli" konon berasal dari kata Kabuli Palau, ibu kota Afghanistan, Nasi Kebuli sendiri punya tekhnik pembuatan yang sangat mirip dengan Nasi Pilaf khas Afganistan.
Nasi Kebuli Memiliki Cita Rasa Gurih Yang Kuat Dan Aromatik, Sedikit Pedas, Dan Kaya Akan Rempah.
Hidangan ini makin dikenal di Indonesia oleh Komunitas Arab, khususnya orang-orang Hadrami di Jawa, dan mengalami adabtasi dengan bahan lokal seperti kaldu Kambing, susu, atau santan, serta minyak samin.
Baca Juga: Dahi Baray Menu Buka Puasa Populer di Pakistan
Nasi kebuli biasanyan dimasak Bersama rempah seperti kapulaga, kayu manis, dan cengkeh, Yang bikin aromanya khas dan menggugah selera. Di Indonesia, Nasi Kebuli menjadi hidangan khas yang sering hadir saat momen special Islam dari lebaran sampai maulid Nabi. Sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan warisan budaya kuliner Timur Tengah yang diterima masyarakat luas.
Di Indonesia, rasa rempah Nasi Kebuli sering disesuaikan dengan lidah lokal agar lebih bersahabat, namun tetap mempertahankan keotentikan aroma rempah utamanya.
Nasi Kebuli berbeda dengan nasi briyani, di mana kebuli lebih menonjolkan aroma kapulaga dan rasa kari yang gurih, sedangkan briyani lebih menonjolkan kunyit.
Jadi, setiap suapan Nasi kebuli bukan Cuma lezat tapi juga membawa sejarah Panjang budaya dan rasa.
(Sumber: Sejarahdiadonan)