Asal Mula Istilah Second Lead Syndrome

  • 03 Mar 2026 19:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Istilah second lead syndrome muncul dari budaya penggemar drama romantis, khususnya dalam komunitas penonton drama Korea yang mulai populer secara global pada akhir 2000-an. Seiring meningkatnya popularitas drama Korea di berbagai negara, diskusi daring tentang alur cerita dan karakter pun semakin ramai.

Second lead syndrome merujuk pada kondisi ketika penonton justru lebih menyukai tokoh pendamping dibandingkan pemeran utama dalam kisah cinta. Perasaan ini biasanya disertai kekecewaan ketika karakter favorit mereka tidak berakhir bersama tokoh utama.

Istilah ini bukan berasal dari dunia akademis atau kajian psikologi, melainkan lahir secara organik dari komunitas penggemar di internet. Penggunaannya menyebar luas melalui forum dan media sosial tempat penonton berbagi opini serta reaksi emosional mereka.

Platform seperti Soompi, Tumblr, dan Twitter berperan besar dalam mempopulerkan istilah ini. Di ruang-ruang digital tersebut, ungkapan “I have Second Lead Syndrome” sering digunakan untuk menggambarkan rasa patah hati terhadap alur cerita.

Fenomena ini muncul karena pola karakter dalam drama sering kali membuat second lead terlihat lebih lembut, setia, dan penuh perhatian. Sementara itu, pemeran utama kerap digambarkan dingin atau menyebalkan di awal cerita sehingga simpati penonton teralih pada pemeran pendukung tersebut.

Secara dramaturgi, kehadiran second lead memang dirancang untuk menciptakan konflik emosional dan memperkaya dinamika cerita. Namun justru karena kedalaman emosi yang terbangun, banyak penonton merasa sulit menerima akhir yang tidak berpihak pada karakter favorit mereka.

Seiring waktu, istilah second lead syndrome tidak lagi terbatas pada drama Korea dan mulai digunakan dalam pembahasan serial serta film dari berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut bersifat universal dalam cerita romantis dan menjadi bagian dari kosakata populer budaya penggemar global.

Rekomendasi Berita