Mahyeldi Dorong Padang Jadi Gerbang Utama Pariwisata Sumbar

  • 07 Mar 2026 08:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi mendorong Kota Padang untuk memperkuat perannya sebagai pintu gerbang pariwisata Sumbar yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di daerah tersebut. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat 6 Maret 2026.

Menurut Mahyeldi, posisi Kota Padang sebagai ibu kota provinsi sekaligus pintu masuk utama wisatawan ke Sumbar menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan sektor pariwisata daerah. Ia menilai peran strategis tersebut dapat dimaksimalkan melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

Mahyeldi menjelaskan, wisatawan yang datang ke Padang dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata lain di Sumbar. Dengan demikian, dampak ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan oleh lebih banyak daerah.

“Wisatawan bisa datang ke Padang, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, Solok, Limapuluh Kota, sampai ke kawasan Mandeh, lalu kembali lagi menginap di Padang,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, konsep aliansi antar daerah tersebut akan membuat paket wisata Sumbar menjadi lebih terintegrasi. Selain itu, kerja sama antar daerah juga diyakini mampu memperkuat daya tarik wisata Sumatera Barat.

Selain sektor pariwisata, Mahyeldi juga menyinggung potensi ekonomi daerah yang dapat berkembang melalui kolaborasi antar wilayah. Ia menilai sinergi tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan sektor UMKM.

Ia mencontohkan keberhasilan pelaku UMKM di Kota Payakumbuh yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Bali untuk memasarkan produk hingga ke Amerika Serikat. “Barangkali ini bisa dilanjutkan oleh koperasi UMKM nanti, mana yang bisa kita jalur itu agar UMKM kita bisa lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyampaikan, Pemerintah Kota Padang terus melakukan pembenahan di sektor pariwisata. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penataan kawasan wisata Pantai Padang, penguatan pengelolaan kebersihan, serta penertiban parkir di kawasan wisata.

Selain itu, Pemko Padang juga merencanakan revitalisasi sejumlah kawasan strategis seperti Pasar Raya, Pantai Padang, dan kawasan Kota Tua dengan anggaran sekitar Rp70 miliar pada tahun 2026. “Kami ingin Padang ini tidak hanya dikenal seperti Malioboronya Yogyakarta atau Braganya Bandung, haurs bisa lebih dari itu,” ujar Maigus optimistis.

Rekomendasi Berita