Dayak Opera, Panggung Pelestarian Budaya di Taman Budaya
- 21 Feb 2026 06:57 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pertunjukan Dayak Opera Nyai Nyalong Apoi 3 "Pertempuran Lima Ksatria" sukses digelar di Gedung Teater Terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, menghadirkan sajian seni pertunjukan yang memadukan unsur musik, tari, dan drama khas Dayak. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Budaya Pajawan Tingang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini juga didukung Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan. Pertunjukan menampilkan kisah bernuansa kearifan lokal yang dibawakan para seniman dengan balutan kostum tradisional dan iringan musik etnik yang kuat.
Ketua Yayasan Rumah Budaya Pajawan Tingang Arbendi I Tue, menyampaikan bahwa Dayak Opera tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda. Melalui panggung ini, nilai-nilai tradisi, sejarah, dan filosofi masyarakat Dayak diperkenalkan secara kreatif. Jumat, 20 Februari 2026.
Sementara itu, KepalaUPT Taman Budaya Kalimantan Tengah Wildae Desyanthy Binti, S.E., M.Si mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Gedung teater terbuka dinilai menjadi ruang strategis untuk menampilkan karya seni daerah sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan di Kalimantan Tengah.
Sejumlah penonton mengaku terhibur sekaligus bangga dengan pertunjukan tersebut. "Mereka berharap Dayak Opera dapat digelar secara rutin agar seni pertunjukan tradisional semakin dikenal luas, khususnya oleh generasi muda," ujarnya.
Melalui kolaborasi komunitas budaya dan dukungan fasilitas pemerintah, Dayak Opera diharapkan terus berkembang sebagai ikon pertunjukan budaya Kalimantan Tengah serta menjadi daya tarik wisata seni di daerah.