Bahasa Daerah di Kalangan Anak Muda Hadapi Tantangan Globalisasi
- 06 Mar 2026 03:57 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID Palangka Raya - Penggunaan bahasa daerah di kalangan anak muda saat ini menghadapi berbagai tantangan. Arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing di media sosial membuat generasi muda semakin jarang menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, bahasa daerah perlahan terpinggirkan dan berisiko kehilangan penuturnya jika tidak dijaga sejak dini.
Hal tersebut dibahas dalam diskusi bertajuk “Tantangan Penggunaan Bahasa Daerah di Kalangan Anak Muda” di PRO 4 Radio Republik Indonesia Palangka Raya. Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jeje, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah.
Menurutnya, melalui pendidikan, komunitas, serta pemanfaatan media sosial sebagai ruang kreatif, bahasa daerah dapat kembali diminati dan digunakan dengan rasa bangga sebagai bagian dari identitas budaya.
“Kita tetap menjaga bahasa daerah kita, baik itu bahasa ibu kita, bahasa ayah kita, bahasa dari mana tempat kita berasal, itu harus tetap digunakan dan dilestarikan agar tidak kalah dengan bahasa lain di luar sana. Seiring perkembangan zaman, bahasa kita juga bisa berkembang dan tetap ada,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, pelestarian bahasa daerah tidak bisa dilakukan dengan paksaan. Pembiasaan secara perlahan sejak usia dini menjadi langkah yang lebih efektif.
“Kalau dipaksakan itu agak susah. Jadi bisa dimulai dari orang tua ketika anak masih kecil atau baru lahir, diajarkan pelan-pelan menggunakan bahasa daerahnya. Boleh menggunakan bahasa Indonesia, tapi bahasa daerah tetap digunakan juga. Karena ketika dari kecil sudah terlatih, otomatis saat dewasa dia akan tetap menggunakan bahasa daerahnya,” ucapnya.
Jeje menegaskan, pelestarian bahasa daerah membutuhkan peran aktif keluarga sebagai fondasi utama, didukung sekolah dan komunitas. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan bahasa daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai simbol identitas dan kebanggaan generasi muda di era modern.