Cerita Rakyat Masih Bertahan di Era Digital

  • 29 Jan 2026 22:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Segmen Zona Gelap dalam program Jaga Malam Weekend di Pro 2 RRI Palangka Raya kembali menyapa pendengar dengan mengangkat cerita horor bertema legenda lokal Kalimantan, Minggu 25 Januari 2026. Pada kesempatan tersebut, dua siswa SMAN 1 Palangka Raya, Adit dan Ganis, hadir sebagai narasumber dan berbagi cerita yang dipandu oleh penyiar Amalaa.

Melalui obrolan Zona Gelap, Adit dan Ganis mengulas berbagai mitos dan cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan, di antaranya legenda hantu banyu dan kuyang. Segmen ini dihadirkan sebagai ruang bagi narasumber maupun pendengar untuk berbagi cerita, sekaligus mengenal kembali warisan lisan yang berkembang secara turun-temurun.

Ganis menyampaikan kisah hantu banyu versi lokal, sosok yang dalam kepercayaan masyarakat diyakini berasal dari perairan dan kerap dikaitkan dengan gangguan aktivitas di sungai pada waktu tertentu. Cerita hantu banyu dikenal luas sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat Kalimantan yang diwariskan secara lisan dan sering dikaitkan dengan peristiwa orang hilang di sungai.

Sementara itu, Adit membagikan cerita mengenai kuyang, sosok yang cukup populer dalam folklor Kalimantan dan dipercaya sering menampakkan diri pada malam hari. Sejumlah budayawan setempat menyebutkan bahwa legenda kuyang tidak tercatat secara ilmiah, namun berkembang kuat di tengah komunitas lokal dan turut diperkuat oleh narasi yang beredar di media sosial.

Siaran Zona Gelap dipandu oleh Amalaa yang mengarahkan jalannya obrolan agar tetap informatif, tertata, dan relevan bagi pendengar muda. Program ini memberi ruang diskusi mengenai persepsi masyarakat terhadap fenomena mistis sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita rakyat daerah tanpa menegaskan kebenaran keberadaan makhluk gaib tersebut.

Kehadiran Adit dan Ganis mencerminkan keterlibatan pelajar dalam kegiatan penyiaran serta upaya pelestarian cerita lokal. Melalui media radio, generasi muda didorong untuk berani menyampaikan gagasan di ruang publik sekaligus mengenal dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Rekomendasi Berita