Street Photography Tangkap Aktivitas Warga di Bundaran Besar
- 08 Feb 2026 12:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bundaran Besar Palangka Raya kini tidak hanya menjadi ruang publik bagi warga untuk beraktivitas, tetapi juga menjadi ruang visual bagi para pelaku street photography atau fotografi jalanan. Kawasan yang baru direvitalisasi tersebut menawarkan dinamika kota yang menarik untuk diabadikan melalui lensa kamera.
Street photography merupakan genre fotografi yang menangkap momen spontan di ruang publik. Aktivitas ini merekam interaksi sosial, gaya berpakaian, moda transportasi, hingga perubahan wajah kota dalam keseharian masyarakat.
Salah satu street photographer, Muhammad Irfan, mengaku mulai menekuni fotografi jalanan sejak Bundaran Besar dibuka untuk publik. Ia kerap memotret warga yang berolahraga, bersantai, atau mengikuti berbagai kegiatan di kawasan tersebut.
“Saya sudah menggeluti street photography sekitar dua tahun terakhir. Banyak orang suka dengan hasil foto karena mereka ingin mengabadikan momen saat beraktivitas dengan tampilan yang bagus,” ucap Irfan, kepada RRI, Sabtu, 7 Februari 2026.
Menurut Irfan, street photography juga menjadi dokumentasi visual berbagai kegiatan masyarakat. “Kalau ada event, otomatis outfit dan penampilan peserta bagus. Mereka jarang selfie, jadi kami yang turun langsung untuk memotret momen itu,” katanya.
Keberadaan street photography mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian warga mengaku senang karena foto-foto tersebut menjadi arsip visual aktivitas mereka di ruang publik.
“Awalnya kaget, tapi setelah melihat hasilnya bagus. Saya senang karena gaya berpakaian saya hari ini diperhatikan,” kata Radil Naufal, salah seorang warga yang pernah dipotret.
Namun, ada pula warga yang merasa kurang nyaman ketika wajahnya dipotret dan dipublikasikan tanpa izin. “Asal jepret tanpa izin itu melanggar privasi saya,” ucap Mukti.
Aktivitas fotografi jalanan di Bundaran Besar Palangka Raya menunjukkan pemanfaatan ruang publik tidak hanya sebagai pusat aktivitas masyarakat. Namun juga sebagai ruang dokumentasi visual dinamika kehidupan perkotaan.