Mencabut Charger HP tidak Dipakai Cegah Pemborosan Listrik

  • 06 Feb 2026 07:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penggunaan charger ponsel disebut berpotensi memengaruhi konsumsi listrik rumah tangga. 

Kebiasaan mengisi daya ponsel secara terus-menerus atau membiarkan charger tetap terpasang di stop kontak meski tidak digunakan.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama pengguna ponsel yang mengisi daya lebih dari satu kali sehari. Tanpa disadari, kebiasaan kecil tersebut dilakukan hampir setiap hari dan berulang dalam jangka panjang.

Potensi kenaikan konsumsi listrik biasanya muncul kapan charger dibiarkan terhubung ke sumber listrik dalam waktu lama. 

Beberapa jenis charger tetap menarik daya meski ponsel sudah penuh atau tidak terhubung.

Dampak penggunaan charger dapat dirasakan di mana saja, baik di rumah, kantor, maupun tempat kerja lainnya. Jika dilakukan oleh banyak perangkat secara bersamaan, konsumsi listrik menjadi lebih besar.

Alasan mengapa charger berpotensi membuat tagihan listrik naik adalah adanya aliran listrik pasif yang terus berjalan. Selain itu, penggunaan charger tidak standar juga dinilai kurang efisien dalam menghantarkan daya.

Selain berdampak pada konsumsi listrik, kebiasaan ini juga berisiko pada keamanan perangkat. Charger yang terus terhubung dapat mengalami panas berlebih dan mempercepat kerusakan kabel atau adaptor.

Bagaimana cara menghindari pemborosan listrik adalah dengan mencabut charger setelah digunakan, memakai charger asli atau bersertifikat, serta mengisi daya seperlunya. 

Langkah sederhana ini dapat membantu mengontrol konsumsi listrik dan menjaga keamanan perangkat.

Rekomendasi Berita