Virus Rubella pada Ibu Hamil Berisiko Ganggu Penglihatan Bayi
- 13 Mar 2026 15:51 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex) yang dapat berdampak fatal bagi kesehatan bayi baru lahir. Hal ini menjadi sorotan utama dalam program "Indonesia Sehat" di RRI Palangka Raya, Jumat 13 Maret 2026 yang menghadirkan narasumber ahli, dr. Grace Farinthska N. Sulaeman, SpM.
Dalam penjelasannya, dr. Grace mengungkapkan bahwa TORCH merupakan kelompok infeksi yang dapat ditularkan dari ibu hamil ke janinnya. Dampaknya tidak main-main, mulai dari risiko keguguran, kecacatan fisik, hingga gangguan organ sensorik yang serius seperti kebutaan dan tuli permanen pada anak.
Salah satu poin yang paling diwaspadai adalah virus Rubella, yang seringkali menjadi penyebab utama katarak kongenital pada bayi. "Katarak itu sendiri kekeruhan pada lensa. Bayangkan seperti lensa kacamata, jadi lensa itu harus bening supaya kita bisa melihat jelas. Kemudian bayangkan lagi kalau misalnya lensa pada kacamata itu ketumpahan piteks, pasti penglihatannya jadi nggak kelihatan," ujar dr. Grace.
Dokter kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai katarak kongenital pada bayi. Katarak kongenital merupakan kondisi ketika lensa mata bayi sudah mengalami kekeruhan sejak lahir sehingga dapat mengganggu penglihatan.
Kondisi katarak kongenital ini harus segera diidentifikasi karena lensa mata yang keruh akan menghalangi cahaya masuk, sehingga perkembangan saraf penglihatan bayi terhambat. Untuk mengantisipasi keterlambatan penanganan, dr. Grace menyarankan orang tua untuk melakukan deteksi mandiri melalui stimulasi visual sederhana. Respons bayi terhadap rangsangan tersebut dapat menjadi tanda apakah penglihatan bayi berkembang dengan baik atau tidak.
“Kalau bayinya kelihatan sulit fokus, kita ajak komunikasi atau kita kasih stimulasi visual seperti mainan yang menyala, tetapi bayinya tidak merespons dengan baik, itu perlu diperhatikan,” kata dr. Grace.
Mengakhiri penjelasannya, dr. Grace menekankan bahwa langkah preventif jauh lebih baik daripada mengobati, mengingat dampak jangka panjang TORCH dapat menghambat kualitas hidup anak di masa depan. Beliau berharap para calon orang tua lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan serta skrining sejak masa perencanaan kehamilan guna meminimalisir risiko penularan infeksi tersebut