Buah Rambai Menyimpan Ragam Keunikan dan Manfaat
- 13 Feb 2026 15:10 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Buah Rambai dikenal luas sebagai salah satu buah khas Kalimantan yang banyak ditemukan saat musim panen tiba. Namun, tak banyak yang tahu bahwa buah ini juga tumbuh di daerah lain di Indonesia dengan sebutan berbeda, yakni rambi.
Di Kalimantan Tengah, khususnya di kalangan masyarakat Dayak, rambai bukan sekadar buah yang dimakan langsung. Kulit buah rambai kerap diolah menjadi tumisan atau sambal khas karena cita rasanya yang asam dan segar. Olahan ini biasanya menjadi pelengkap lauk tradisional dan sudah diwariskan secara turun-temurun.
Selain memiliki rasa yang unik, buah rambai juga mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah vitamin C yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta kesehatan kulit.
Harga buah rambai di pasar tradisional Palangka Raya saat ini terpantau cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Namun, karena sifatnya yang musiman, ketersediaan buah ini di lapak pedagang sangat bergantung pada stok yang masuk dari perkebunan warga.
Seorang penjual buah di Palangka Raya, Pak Santo mengungkapkan bahwa masa edar buah ini sangat terbatas, biasanya hanya sampai awal Maret saja. "Buah rambai paling lama dijual sampai awal Maret, setelah itu biasanya sudah habis musimnya. Kalaupun ada, harganya akan mahal,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagang. Jumat 13 Februari 2026.
Menariknya, rasa buah dalam satu tandan rambai bisa sangat bervariasi antara satu butir dengan butir lainnya. Penjual buah Rambai menjelaskan bahwa dalam satu ikatan, pembeli bisa menemukan buah yang manis sekaligus yang asam, namun kesegaran buah yang baru dipetik tetap menjadi daya tarik utama bagi para pelanggan.
Kegemaran terhadap buah ini juga dirasakan oleh Paulina, salah satu warga lokal yang mengaku sangat menyukai sensasi rasa asam dari buah rambai. “Buah rambai merupakan buah favorit saya apalagi kalau rasanya asam menurut saya lebih segar karena tetap ada rasa manis yang khas dan lebih enak lagi diberi garam, saat mengkonsumsi buah ini membuat saya teringat kampung halaman,” ujarnya antusias .
Di tengah gempuran aneka buah impor yang masuk ke pasar modern, eksistensi rambai sebagai buah lokal tetap tak tergoyahkan. Keunikan rasa, nilai gizi, serta keterikatannya dengan budaya dan memori kolektif masyarakat menjadikannya warisan alam yang sangat patut untuk terus dilestarikan.