Udang Galah, Si Capit Biru Primadona Meja Makan

  • 27 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di antara beragam hasil perairan tawar, udang galah memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kuliner. Capit panjang berwarna biru menjadi ciri khas yang mudah dikenali, sekaligus penanda bahwa udang ini berbeda dari jenis udang lainnya.

Dari perairan dangkal hingga ke meja makan, perjalanan udang galah tak pernah kehilangan pesonanya. Sekilas tampilannya terlihat kokoh dengan cangkang keras dan tubuh besar.

Namun, di balik itu tersimpan daging yang padat, kenyal, dan manis. Teksturnya kerap dibandingkan dengan lobster karena sama-sama berisi dan tidak mudah hancur saat dimasak.

Saat diolah, warna tubuhnya berubah menjadi oranye cerah, menghadirkan tampilan yang menggugah selera. Keistimewaan lain terletak pada bagian kepala.

Di sanalah terdapat sari berwarna oranye yang gurih. Ketika terkena panas, sari tersebut perlahan lumer dan menyatu dengan bumbu, menciptakan sensasi rasa yang lebih kaya.

Tidak heran jika banyak penggemar justru menantikan bagian ini sebagai pelengkap kenikmatan. Di dapur, udang galah dapat diolah menjadi beragam hidangan.

Mulai dari dibakar dengan baluran bumbu sederhana, dimasak dengan saus tiram, hingga diolah menjadi sup hangat yang kaya rasa. Kunci utamanya terletak pada kesegaran bahan dan waktu memasak yang tepat.

Sementara untuk membersihkannya memang memerlukan ketelatenan. Kaki dan sungut yang panjang perlu dipotong agar lebih rapi, sementara kantong kotoran di bagian kepala harus dibersihkan agar tidak memengaruhi rasa.

Udang galah menjelma menjadi komoditas bernilai sekaligus primadona dalam berbagai sajian keluarga maupun restoran. Dengan perpaduan tekstur padat dan cita rasa khas, udang galah terus mempertahankan posisinya sebagai hidangan favorit yang kerap hadir dalam momen spesial di meja makan.

Rekomendasi Berita