Makna Simbol Imlek bagi Masyarakat Tionghoa
- 22 Feb 2026 09:54 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kemeriahan, tetapi juga sarat makna simbolis yang diwariskan turun-temurun. Berbagai ornamen, warna, hingga makanan khas yang hadir dalam perayaan tersebut memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Tionghoa.
Koko Sumatera Selatan 2025, Arsen Pettrick, menjelaskan warna merah menjadi simbol paling dominan saat Imlek. Warna tersebut melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, serta harapan baik di tahun yang baru.
“Warna merah di budaya Tionghoa digambarkan sebagai kebahagiaan dan kesuksesan. Harapannya membawa kebaikan bagi kehidupan,” ujar Arsen dalam Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Palembang, Kamis 12 Februari 2026.
Selain merah, warna emas juga kerap dipadukan sebagai lambang kejayaan dan keberuntungan. Kombinasi keduanya dipercaya membawa energi positif sekaligus doa agar kehidupan semakin sejahtera.
Simbol lain yang identik adalah jeruk mandarin yang sering dibagikan kepada kerabat dan tetangga. Buah tersebut dimaknai sebagai simbol kebersamaan, keberuntungan, serta harapan hubungan kekeluargaan yang harmonis.
Tradisi berbagi juga menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek, seperti pemberian angpau kepada anak-anak dan keluarga. Kegiatan tersebut melambangkan doa dan harapan agar penerimanya memperoleh rezeki serta kebahagiaan sepanjang tahun.
Menurut Arsen, perayaan Imlek pada hakikatnya merupakan momen berkumpul keluarga besar. Selain menjaga tradisi leluhur, perayaan ini juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Melalui pemahaman terhadap simbol-simbol tersebut, generasi muda diharapkan dapat terus melestarikan budaya Tionghoa sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Dengan demikian, nilai kebersamaan dan toleransi yang terkandung dalam Imlek dapat terus hidup di tengah keberagaman Indonesia.