Tradisi Kambing Hitam Warnai Puncak Cap Go Meh Pulau Kemaro
- 03 Mar 2026 07:47 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang- Puncak Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro berlangsung pada 1 Maret 2026. Warga Tiong Hoa yang melakukan sembayang di Kelenteng Hok Tjing Bio Pulau Kemaro menggelar tradisi penyembelihan kambing jantan berwarna hitam pada puncak perayaan itu.
“Tradisi penyembelihan kambing telah dilakukan selama bertahun-tahun secara turun temurun. Tradisi ini telah menjadi ciri khas perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro dan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur,” ungkap Panitia Pelaksana Cap Go Meh Pulau Kemaro, Tjik Harun, Senin, 2 Maret 2026.
Pemilihan kambing jantan warna hitam juga memiliki makna simbolis serta dianggap sesuai untuk menghormati nilai dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat. Proses penyembelihan biasanya dilakukan tengah malam tepat pukul 00.00 WIB di depan altar leluhur, khususnya, kepada leluhur Siti Fatimah yang dimakamkan di sana.
“Maknanya sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan keberkahan di tahun yang akan datang. Tradisi menyembelih kambing hitam ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, dan menjadi ciri khas perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro,” sambungnya.
Harun menambahkan, pemilihan kambing jantan warna hitam juga memiliki makna simbolis serta dianggap sesuai untuk menghormati nilai dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat. “Semoga tahun ini harapanya lebih sukses dari tahun kemarin,” harapnya.
Menurutnya, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakan Cap Go Meh. Di Palembang, perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro tahun ini berlangsung sejak Kamis 26 Febuari 2026 dan berkahir Senin 3 Maret 2026.
Ada banyak rangkaian acara yang telah disiapkan dan bisa dinikmati masyarakat setempat Kota Palembang. Di tahun ini menurut Harun, Perayaan Cap Go Meh Pulau Kemaro dilakukan di hari ketiga belas.
“Cap Go Meh merupakan rangkaian penutup Tradisi Imlek yang biasanya digelar di hari kelima belas setelah Imlek. Namun tahun ini panitia menggelar di hari ketiga belas dengan berbagai kemeriahan tidak hanya untuk etnis Tiong Hoa, namun wisatawan yang datang ke Pulau Kemaro.
Selain ritual penyembelihan Kambing Jantan Hitam, disebut Harun, ritual lainnya dalam puncak perayaan Cap Go Meh y dilakukan dengan sembayang menyembah Dewa Laut di pagi hari. Kemudian sore harinya dilakukan ritual penyambutan dewa.
“Malemnya baru ditutup dengan penyembelihan Kambing. Dan perayaan ritual berakhir di 2 Maret 2026, sementara untuk kemeriahan berlangsung hingga 3 Maret,” pungkasnya.