Tekanan Industri Musik Bisa Jerumuskan Musisi ke Narkoba
- 06 Mar 2026 08:15 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Tekanan dalam proses berkarya di industri musik dapat membuat sebagian musisi rentan terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini sering muncul ketika tuntutan menghasilkan karya datang dalam waktu yang sangat terbatas.
Hal tersebut disampaikan musisi Palembang sekaligus tenaga pendidik Abi Baliga saat menjadi narasumber program Spada Pro 2 RRI Palembang, bertema narkoba, Kamis 5 Maret 2026. Abi menjelaskan proses kreatif dalam industri musik kerap dibayangi target dan tenggat waktu menyebabkan sebagian musisi bekerja dalam tekanan yang cukup berat.
Menurutnya, tuntutan menghasilkan karya secara cepat sering mendorong seseorang mencari cara instan. Cara tersebut dilakukan agar tetap produktif meskipun tubuh sudah kelelahan.
“Dalam proses berkarya sering ada tuntutan deadline. Di situ kadang terjadi penyalahgunaan, karena dituntut kerjaan dan karya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa musisi bahkan memaksakan diri bekerja tanpa istirahat yang cukup. Kondisi ini membuat sebagian orang mengambil langkah yang berbahaya.
“Ada yang sampai tidak tidur, bahkan ada yang menyalurkan ke narkoba,” tuturnya.
Selain tekanan pekerjaan, rasa tidak percaya diri juga menjadi tantangan bagi musisi. Banyak di antara mereka merasa harus mengikuti genre yang sedang populer.
Situasi tersebut muncul karena kekhawatiran karya yang dibuat tidak diterima oleh publik. Akibatnya, sebagian musisi mengalami tekanan psikologis dalam proses kreatif.
Abi yang telah lama berkecimpung di dunia musik mengaku pernah melihat rekan musisi terjerumus ke arah tersebut. Namun ia menegaskan selalu berusaha menjaga diri agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai penggunaan narkoba sebagai “doping” untuk bekerja hingga larut malam sangat berbahaya. Kebiasaan tersebut justru berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh.
“Memang mungkin kuat begadang bikin lagu sampai pagi, tapi efeknya ke kesehatan dan tubuh sangat buruk,” katanya.
Karena itu, Abi mengingatkan para musisi untuk mengatur waktu kerja secara lebih baik. Menurutnya, proses kreatif membutuhkan pengelolaan waktu yang sehat.
Ia menyarankan musisi tidak menunda pekerjaan hingga mendekati tenggat waktu. Cara tersebut dapat mengurangi tekanan yang muncul saat proses berkarya.
“Kalau capek ya istirahat. Kalau deadline bikin lagu tanggal 15, kerjakan dari tanggal 10,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa waktu yang terlalu sempit dan kurangnya istirahat dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, disiplin dalam mengatur waktu menjadi langkah penting bagi musisi.