Pengamat Dorong Pendidikan tanpa Sekat di Sumatera Selatan

  • 14 Mar 2026 05:33 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kesenjangan akses pendidikan antara wilayah kota dan desa masih menjadi tantangan dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Kondisi ini mendorong munculnya gagasan pendidikan tanpa sekat agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Pengamat pendidikan Sumatera Selatan Mukhtarudin Muchsiri menyampaikan pandangan tersebut dalam Dialog Indonesia Cerdas RRI, Rabu 4 Maret 2026. Ia menilai konsep pendidikan tanpa sekat harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Mukhtarudin, pendidikan tanpa sekat bertujuan menghapus berbagai hambatan dalam sistem pembelajaran. Hambatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan fasilitas sekolah, tetapi juga kesenjangan teknologi.

“Pendidikan tanpa sekat berarti tidak ada lagi diskriminasi dalam akses dan kualitas. Anak di kota dan di desa harus merasakan standar pembelajaran yang sama baiknya,” katanya.

Ia menjelaskan sekat dalam pendidikan juga muncul dari keterbatasan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kondisi ini menyebabkan sebagian peserta didik tertinggal dalam penguasaan kompetensi digital.

Mukhtarudin menilai masih ada sekolah yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses belajar. Hal tersebut menciptakan kesenjangan kemampuan digital antara siswa di berbagai wilayah.

“Di era sekarang, literasi digital adalah kebutuhan dasar. Jika ada sekolah yang belum tersentuh akses internet atau pelatihan guru yang memadai, itu menjadi sekat baru yang harus segera diatasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan dunia usaha dalam memperkuat sistem pendidikan. Kerja sama tersebut diperlukan agar tercipta ekosistem belajar yang terbuka dan adaptif.

Mukhtarudin juga menilai kurikulum perlu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai karakter. Penyesuaian ini penting agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Pendidikan tanpa sekat juga berarti memberi ruang bagi anak untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Jangan sampai sistem terlalu kaku sehingga membatasi kreativitas dan potensi mereka,” tuturnya.

Ia berharap kebijakan pendidikan di Sumatera Selatan lebih fokus pada pemerataan kualitas guru. Distribusi fasilitas belajar dan dukungan anggaran juga perlu diperkuat bagi sekolah di daerah terpencil.

Dengan komitmen bersama, konsep pendidikan tanpa sekat diharapkan tidak berhenti pada wacana. Penerapan nyata di ruang kelas dinilai menjadi kunci terciptanya kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak.

Rekomendasi Berita