Hindari Makanan Ini saat Berbuka Puasa

  • 28 Feb 2026 20:43 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Bulan Ramadan tidak hanya mengubah jadwal makan, tetapi juga pola asupan gizi kita. Setelah seharian berpuasa tanpa makan dan minum, tubuh menjadi sangat sensitif terhadap jenis makanan yang dikonsumsi saat berbuka. Banyak orang merasa lapar dan ingin langsung “balas dendam” dengan makanan enak dan berminyak, padahal kebiasaan seperti itu bisa menyebabkan masalah pencernaan, kembung, hingga lonjakan gula darah.

Agar ibadah dan kesehatan tetap seimbang, penting memahami makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa. Melansir dari laman siloamhospitals.com berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari ketika berbuka puasa.

Salah satu jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka adalah makanan yang terlalu pedas atau berbumbu tajam. Meskipun sering terasa menggugah selera, makanan pedas bisa memicu asam lambung naik dan membuat perut terasa tidak nyaman, apalagi setelah lama tidak makan. Orang yang punya riwayat gangguan lambung disarankan untuk memilih rasa yang lebih lembut.

Makanan berminyak dan gorengan juga perlu kamu batasi saat berbuka. Makanan jenis ini bisa menyebabkan perut kembung, memperlambat pencernaan, dan meningkatkan kadar kolesterol jahat. Saat tubuh sedang beradaptasi kembali dengan makanan setelah puasa panjang, asupan yang terlalu berat bisa memicu rasa mual atau bahkan sakit perut. Oleh karena itu, pilihan makanan yang lebih ringan dan bergizi jauh lebih dianjurkan.

Selanjutnya, minuman yang terlalu manis seperti minuman bersoda, es sirup dengan gula banyak, atau minuman kemasan yang tinggi gula sebaiknya dihindari. Minuman manis bisa membuat gula darah melonjak drastis dalam waktu singkat, kemudian turun cepat yang akhirnya membuatmu cepat lapar atau lemas lagi.

Kurangnya asupan air selama puasa membuat tubuh sangat memerlukan cairan yang tepat saat berbuka. Namun, air dingin berlebihan atau minuman bersoda bisa menyebabkan kram perut dan gangguan pencernaan, terutama jika langsung diminum terlalu banyak setelah berbuka. Sebaiknya minum dalam porsi sedikit namun sering, dan pilih air putih atau minuman elektrolit yang menyeimbangkan kembali cairan tubuh.

Selain itu, makanan tinggi garam seperti makanan kalengan, keripik asin, dan makanan cepat saji bisa membuat tubuh menahan lebih banyak air, yang justru membuat kamu merasa cepat haus walau baru saja berbuka. Mengurangi garam membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan memperlancar metabolisme tubuh setelah puasa.

Hindari pula makanan yang terlalu manis atau tinggi karbohidrat sederhana seperti kue manis berlapis gula berlebihan, roti putih, atau makanan olahan. Jenis makanan ini mudah dicerna dan cepat menaikkan gula darah, tetapi energi yang dihasilkan sering kali cepat turun sehingga kamu bisa merasa lemas kembali dalam waktu singkat.

Berbuka puasa sebaiknya dimulai dari yang ringan dan mudah dicerna, seperti air putih, buah kurma, atau sup hangat, lalu dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang nutrisi. Ini memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk menyesuaikan diri kembali secara bertahap setelah lama kosong.

Rekomendasi Berita