Disbud Palembang Dukung CFN Atmo Jadi Wisata Baru
- 14 Jan 2026 00:49 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Dinas Kebudayaan Kota Palembang mendukung penuh rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo sebagai ruang publik berbasis budaya dan pariwisata. Program ini menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Palembang periode 2025–2029, salah satunya melalui gerakan Palembang Belagak.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Septa Marus Eka Putra, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan Palembang kepada wisatawan nusantara dan mancanegara. Daya tarik utama meliputi kuliner khas, seni budaya, serta berbagai karya warisan Sumatera Selatan.
“Ini upaya mengenalkan kuliner, songket, jumputan, hingga simbol warisan Kesultanan Palembang Darussalam dan Kerajaan Sriwijaya,” ujar Septa Marus, ketika di wawancarai dalam acara Sriwijaya Pagi oleh RRI, Senin 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, konsep CFN Jalan Kolonel Atmo akan dikemas dalam bentuk atraksi budaya dan kuliner yang digelar di ruang publik. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan hiburan sekaligus meningkatkan kebahagiaan warga Kota Palembang.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kebudayaan ditugaskan langsung oleh Wali Kota Palembang untuk menyusun konsep atraksi seni dan hiburan. Disbud juga akan mengoordinasikan keterlibatan seniman serta komunitas seni selama kegiatan berlangsung.
“Rencananya, Car Free Night Atmo akan mulai digelar setelah Idulfitri, diperkirakan pada akhir Maret. Kegiatan dijadwalkan berlangsung setiap malam Minggu, mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, jelasnya.
Septa Marus menambahkan, pemerintah kota telah menggelar rapat lintas Normal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama kepolisian dan instansi terkait. Rapat tersebut membahas penataan lokasi, kantong parkir, area kuliner, hingga titik-titik atraksi seni di sepanjang Jalan Kolonel Atmo.
“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Penataan parkir, penerangan, hingga fasilitas umum seperti toilet menjadi perhatian serius,” katanya.
Selain itu, pengaturan pedagang akan dilakukan melalui pendaftaran dan kurasi oleh dinas terkait. Setiap pelaku UMKM akan melalui pemeriksaan dan uji kelayakan produk agar kuliner yang disajikan layak, beragam dan tetap mengutamakan makanan khas Palembang.
Pemerintah Kota Palembang juga akan menambah lampu penerangan dan lampu hias di kawasan tersebut untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengunjung pada malam hari.
Septa Marus berharap seluruh masyarakat Palembang mendukung program ini agar berjalan sukses. Menurutnya, CFN Jalan Kolonel Atmo diharapkan menjadi ikon baru kota yang mampu menggerakkan ekonomi, seni, dan pariwisata secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bunda Rayya yang juga pengurus Asosiasi Pengusaha Kuliner menyebutkan, seluruh asosiasi siap mendukung pengembangan kuliner di jalan Kolonel Atmo. Nantinya, zona dagang akan dibagi berdasarkan jenis produk, mulai dari kue tradisional Palembang, makanan ringan, hingga kuliner berat.
Selain kuliner, kawasan tersebut juga akan diramaikan dengan pertunjukan seni dan penataan visual kota. Rencana penambahan lampu hias dan spot foto diharapkan mampu menghidupkan suasana malam di kawasan tersebut.
“Harapannya, ini jadi ruang hiburan warga Palembang sekaligus destinasi wisata yang aman, nyaman, dan tertata, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Bunda Rayya