OJK Sumsel Dorong Pemanfaatan Sampah Melalui Desa Quran
- 18 Feb 2026 18:02 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong Industri Jasa Keuangan (IJK) yang ada di propinsi ini untuk menyalurkan sampah ke Destinasi Edukasi Wisata (Desa) Quran yang berada di Kecamatan Kalidoni Palembang. Hal ini selaras dengan Program Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) yang diinisiasi OJK Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Saya mengimbau lembaga termasuk IJK dan dinas dinas yang ada untuk mengumpulkan barang- barang bekas seperti plastik agar dapat di daur ulang di Desa Quran. Karena di desa ini ada memilah sampah organik dan organis menjadi sesuatu yang memiliki nilai,” kata Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, dalam kegiatan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) Goes to Desa Quran Palembang, Rabu, 18 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Program 100.000 Sultan Muda dan SMSC untuk mendorong kewirausahaan, pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat. OJK Sumsel bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel dan sejumlah perwakilan bank yang ada mengujungi Desa Quran sebagai bagian dari kampanye itu.
“Saya sengaja mengundang sejumlah pihak karena di Desa Quran ini terdapat upaya dari sesuatu yang tidak bisa dimanfaatkan menjadi termanfaatkan. Berupa sampah yang didaur ulang, baik sampah organik maupun sampah anorganik,” sambung Arifn.
Sementara itu, Kepala Desa Quran Palembang, Muhammad Syafi'i, menjelaskan, Desa Quran ini berada di bawah naungan Yayasan Indonesia Legacy yang merupakan sarana Pendidikan tahfidz untuk tingkat SD dan SMP. Semua siswa yang berjumlah 146 orang mendapatkan pendidikan tanpa dikenakan biaya.
“Jadi setiap anak yang bersekolah disini hanya diwajibakan membayar iuran bulanan berupa sampah seberat tiga kilogram. Sampah tersebut nantinya dipilah dan dikelolah,” sambungnya.
Menurutn Syafi’i pengelolaan sampah masih dalam skala kecil, dengan dukungan dan arahan dari OJK, pihaknya optimistis pengolahan sampah dapat ditingkatkan sehingga mampu membiayai pendidikan santri secara gratis secara berkelanjutan. "Ke depan kita punya target mengolah sampah untuk cone block dan genteng sehingga lebih banyak jenis dan manfaatnya," kata M Syaf'i.
Karena itu, menurut Syafi’I pihaknya sangat membutuhkan sampah sebanyak- banyaknya untuk agar dapat membantu operasional yayasan dan pendidikan siswa yang ada. “Yayasan juga menargetkan sampah 1 hingga 2 ton yang dapat dikelola secara mandiri,” pungkasnya.