Serunya Belajar Alam di Hutan Wisata Punti Kayu
- 19 Feb 2026 16:29 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah sibuknya kehidupan kota yang tidak pernah berhenti, Punti Kayu, hutan wisata yang terletak di tengah Kota Palembang, kembali menggeliat setelah masa-masa sulit yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Tahun 2025 menjadi titik balik yang penuh tantangan, di mana pengelola Punti Kayu berusaha untuk menata ulang fasilitas dan strategi agar destinasi ini kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin melarikan diri sejenak ke alam. Namun, bukan hanya tentang menarik pengunjung, Punti Kayu kini berkomitmen untuk kembali memperkenalkan peran penting hutan kota dalam kehidupan masyarakat.
Di balik rindangnya pepohonan pinus yang menjulang dan udara sejuk yang menyelimuti kawasan ini, muncul sebuah harapan baru: menjadikan Punti Kayu sebagai tempat wisata edukasi dan sarana untuk membangun kebersamaan dalam komunitas. Konsep ini lebih dari sekadar menarik pengunjung, tetapi juga mengajak mereka untuk kembali merasakan kebersamaan di alam, belajar tentang keberlanjutan lingkungan, dan membangun kecintaan terhadap alam yang semakin terpinggirkan di tengah hiruk-pikuk kota.
Keterlibatan komunitas menjadi kunci utama dalam kebangkitan Punti Kayu. Aktivitas seperti outbound, family gathering, dan camping kini digelar secara rutin, menciptakan atmosfer yang hidup dan mengundang berbagai lapisan masyarakat untuk menikmati waktu bersama di alam terbuka.
“Dukungan komunitas sangat penting. Outbound dan family gathering membuat pengunjung datang secara berkelompok, suasana hutan kembali hidup, dan anak-anak bisa belajar sambil bermain di alam,” ujar Pengelola Punti Kayu,Raden, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Dengan adanya acara-acara seperti ini, tidak hanya jumlah pengunjung yang meningkat, tetapi juga rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan hutan kota yang seakan menjadi bagian dari kehidupan mereka. Lebih dari itu, Punti Kayu semakin menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam dengan menggandeng komunitas-komunitas peduli lingkungan.
Salah satunya adalah Komunitas High Indonesia Peduli Lestari yang aktif melakukan penanaman pohon dan penebaran benih ikan di kawasan wisata alam ini. Kegiatan ini juga melibatkan generasi muda yang berperan sebagai agen perubahan, memahami pentingnya menjaga alam dan keanekaragaman hayati untuk keberlanjutan hidup. Melalui kolaborasi ini, Punti Kayu tidak hanya ingin menjadi destinasi wisata, tetapi juga tempat belajar dan berkontribusi langsung terhadap kelestarian alam.
Bagi anak-anak yang kini banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital, Punti Kayu menawarkan sebuah pengalaman baru yang menyenangkan dan edukatif. Anak-anak dapat kembali merasakan kebebasan bermain di alam terbuka, menjelajahi hutan, serta belajar dari lingkungan sekitar yang asri. Dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan alam, Punti Kayu berharap bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap alam sejak usia dini, sesuatu yang sangat penting di tengah kecanggihan teknologi yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
Selain aktivitas daratan, Punti Kayu juga menyediakan wahana wisata air yang tak kalah menarik. Perahu naga yang menyusuri Sungai Seluang dan Sungai Sepat menjadi favorit pengunjung yang ingin melihat hutan dari perspektif yang berbeda. Dalam perjalanan singkat 5 hingga 10 menit, pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan yang lebat dan berkesempatan melihat satwa liar seperti monyet atau kucing hutan. Dengan tarif yang sangat terjangkau, Rp10.000 per orang untuk minimal lima orang dan maksimal delapan belas orang, wahana ini juga menawarkan pemahaman lebih dalam tentang ekosistem sungai dan hutan.
Tak berhenti pada wisata fisik dan wisata air, Punti Kayu juga mempersiapkan zona permainan tradisional untuk anak-anak, menghadirkan kembali keseruan permainan masa lalu yang kian langka ditemukan di kota besar. "Bermain sambil belajar di alam bisa mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget. Mereka bisa kembali mencintai alam, merasakan hutan yang aman dan nyaman, serta mengenal budaya permainan tradisional,” jelas Raden. Rencana penataan zona permainan ini akan segera diwujudkan setelah Lebaran, memberikan akses lebih mudah bagi pengunjung untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.
Tak ketinggalan, Punti Kayu juga menghadirkan wahana flying fox dengan lintasan sepanjang 12 meter dan ketinggian 4 hingga 5 meter, memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung yang suka tantangan. Dengan harga tiket yang terjangkau—Rp10.000 untuk anak-anak dan Rp15.000 untuk dewasa—wahana ini menjadi pilihan menarik bagi seluruh keluarga. Selain itu, spot foto baru sedang dirancang agar pengunjung bisa mengabadikan momen berharga di tengah keindahan hutan kota yang asri, sekaligus berbagi pengalaman di media sosial.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Punti Kayu kini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat yang memperkenalkan nilai-nilai edukasi dan konservasi alam. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk belajar mencintai alam, berinteraksi dengan komunitas, dan menikmati ketenangan yang sulit ditemukan di tengah kesibukan kota. “Harapan kami, Punti Kayu bisa menjadi tempat wisata yang ramah anak, edukatif, dan tetap menyenangkan untuk semua kalangan. Ini bukan sekadar hutan kota, tetapi juga ruang belajar dan merawat harapan di tengah kehidupan perkotaan,” tutup Raden.