MASATA Sumsel Perkuat Pembinaan Elemen Pendukung Pariwisata
- 24 Feb 2026 11:12 WIB
- Palembang
RRI,CO,ID, Palembang – Penasehat dan Pembina Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Sumatera Selatan, Herlan Aspiudin, atau yang akrab disapa Babeh Herlan, mengunjungi salah satu pelaku UMKM binaan MASATA Sumsel di Palembang yakni Kopi Tasik, pada Senin, 23 Februari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen MASATA dalam memperkuat peran UMKM sebagai penopang sektor pariwisata daerah. Babeh Herlan menegaskan, penguatan ekonomi kreatif dan pelaku usaha lokal menjadi fondasi penting dalam membangun destinasi yang berdaya saing.
Menurutnya, kesadaran wisata tidak hanya soal promosi destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat sekitar merasakan manfaat ekonomi secara langsung melalui usaha yang berkembang.
Sementara itu, Ketua Umum DPD MASATA Sumsel, Syarhan Syaropi, mengatakan kepengurusan MASATA saat ini didominasi anak muda potensial dan kreatif.
“Sekitar 80 persen pengurus MASATA sekarang adalah anak muda yang punya visi dan semangat memajukan pariwisata, khususnya di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pengurus berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk para konten kreator Sumsel yang ikut bergabung. Dengan demikian, seluruh penggiat pariwisata dapat terakomodasi dalam satu wadah kolaboratif.
Konsep yang diusung MASATA Sumsel mengedepankan pendekatan multihelix, melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, PNS, pengusaha hingga pejabat daerah.
“Kita ingin bersama-sama menciptakan pariwisata Sumatera Selatan yang lebih maju melalui edukasi dan pemahaman tentang sadar wisata,” katanya.
Syarhan menambahkan, kepengurusan MASATA Sumsel dinilai menjadi percontohan nasional. Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, sebanyak 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah terbentuk dan jumlah tersebut akan terus bertambah.
Secara nasional, MASATA telah terbentuk di 33 provinsi dan menjadi mitra Kementerian Pariwisata dalam pengembangan destinasi, termasuk di Sumatera Selatan.
Ia optimistis, dukungan infrastruktur seperti konektivitas jalan tol yang menghubungkan Indralaya hingga Lahat, serta akses menuju OKU Selatan, akan semakin membuka potensi wisata daerah.
“Sumatera Selatan lengkap. Kita punya wisata gunung, danau, bahkan akses ke pantai seperti Krui di Lampung hanya sekitar tiga jam dari OKU Selatan,” jelasnya.
Selain itu, potensi wisata bahari dan jalur perairan juga dinilai belum tergarap maksimal dan kini mulai dirintis pengembangannya oleh pemerintah. Ke depan, MASATA Sumsel juga akan mendukung program pengembangan destinasi baru berupa health tourism atau wisata kesehatan.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu tujuan pariwisata nasional, termasuk melalui pengembangan wisata kesehatan,” pungkasnya.