Tradisi Doa Arwah Sambut Ramadan

  • 18 Feb 2026 12:21 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat muslim di Indonesia memiliki berbagai tradisi yang dilakukan secara turun-temurun. Salah satu yang masih dijaga hingga sekarang adalah membaca doa untuk arwah keluarga yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini biasanya dilakukan bersama keluarga besar maupun masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut menjadi momen untuk mengenang jasa dan kebaikan orang yang telah mendahului, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan.

Masyarakat biasanya mengadakan doa bersama di rumah atau di tempat ibadah, yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, serta doa untuk arwah. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan membawa ketenangan.

Selain mendoakan arwah, tradisi ini juga memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Umat muslim bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadan.

Rasa syukur tersebut diwujudkan melalui doa dan ibadah bersama keluarga. Kegiatan ini juga menjadi pengingat agar setiap orang lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tradisi membaca doa arwah juga menjadi sarana refleksi diri bagi masyarakat dan pengingat kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. Kesadaran tersebut membuat banyak orang berusaha memperbaiki sikap dan meningkatkan ibadah.

Di beberapa daerah, tradisi doa arwah dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Ada masyarakat yang melaksanakan pengajian keluarga secara sederhana di rumah dan mengadakan doa bersama dengan melibatkan warga sekitar.

Perbedaan cara pelaksanaan tersebut menunjukkan kekayaan budaya masyarakat Indonesia memiliki tujuan yang sama, meski dengan cara berbeda. (ID)

Rekomendasi Berita