Kedekatan Emosional Kunci Dampingi Generasi Z

  • 21 Feb 2026 08:07 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi Z tidak hanya membutuhkan kecakapan teknologi, tetapi juga perhatian dan kedekatan emosional dari lingkungan terdekatnya. Orang tua dan pendidik dinilai memegang peran penting dalam membangun ruang aman agar anak-anak mampu tumbuh dengan karakter yang kuat.

Generasi yang lahir dan besar di era internet ini cenderung terbuka dalam mengakses berbagai informasi. Namun, tanpa bimbingan emosional yang memadai, mereka berisiko kesulitan menyaring konten yang sesuai dengan nilai budaya dan norma sosial. Kedekatan emosional menjadi fondasi agar anak merasa nyaman menyampaikan pemikiran, keresahan, maupun pengalaman yang diperolehnya dari dunia maya.

Pemerhati budaya dan pendidikan, Dr. Hj. Ramlah M.Si., menilai bahwa pendekatan emosional harus menjadi prioritas utama dalam mendampingi generasi Z. Menurutnya, anak-anak saat ini lebih membutuhkan didengar daripada sekadar dinasihati.

“Generasi Z itu kritis dan ekspresif. Kalau orang tua atau guru hanya memberi perintah tanpa dialog, anak cenderung menutup diri. Kedekatan emosional membuat mereka merasa dihargai dan dipercaya,” ujar Dr. Ramlah yang juga dosen pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palu.

Ia menjelaskan, komunikasi dengan generasi Z tidak selalu harus formal. Pendekatan bisa dilakukan melalui pesan singkat, percakapan santai, atau diskusi dua arah yang memberi ruang anak untuk berpendapat. Cara tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan pola komunikasi satu arah yang kaku.

Menurutnya kedekatan emosional juga membantu anak menyaring informasi dari media sosial. Dengan adanya komunikasi terbuka, orang tua dapat berdiskusi mengenai isu-isu yang sedang tren, sekaligus menanamkan nilai budaya, etika, dan tanggung jawab dalam bermedia digital.

Ia menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi tempat pertama dan utama ketika generasi Z menghadapi persoalan.

“Ketika anak punya masalah, ia harus merasa bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk bercerita. Jika itu tidak ada, mereka bisa mencari pelarian di luar yang belum tentu positif,” katanya.

Dengan perhatian dan kedekatan yang konsisten, generasi Z diharapkan mampu tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri, bijak dalam menggunakan teknologi, serta tetap berpegang pada nilai budaya dan moral bangsa. (AL)

Rekomendasi Berita