Bijak dalam Menggunakan Tisu Setiap Hari
- 03 Mar 2026 08:44 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Penggunaan tisu yang berlebihan berdampak pada meningkatnya produksi kertas secara masif. Bahan baku utama tisu berasal dari serat kayu yang diperoleh dari pohon. Jika penggunaan terus meningkat, praktik penebangan pohon juga ikut bertambah. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kelestarian hutan dan keseimbangan lingkungan.
Selain berdampak pada hutan, limbah tisu juga menyumbang volume sampah rumah tangga. Tisu bekas pakai umumnya langsung dibuang dan sulit digunakan kembali. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini bisa mencemari lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, pengurangan dalam penggunaan menjadi langkah yang bijak.
Masyarakat dapat mulai membiasakan diri menggunakan tisu seperlunya sesuai kebutuhan. Mengambil satu atau dua lembar biasanya sudah cukup untuk mengeringkan tangan. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi pemborosan secara signifikan. Disiplin kecil yang dilakukan bersama dan konsisten akan memberi dampak besar.
Pemilihan menggunakan sapu tangan juga bisa menjadi solusi dalam keseharian. Menggunakan sapu tangan atau kain lap dapat menggantikan fungsi tisu dalam banyak situasi. Benda tersebut dapat dicuci dan digunakan berulang kali. Cara ini lebih hemat serta membantu mengurangi timbulan sampah.
Selain itu, memilih produk tisu berbahan daur ulang dapat menjadi pilihan yang lebih bijak. Produk seperti ini membantu menekan penggunaan serat kayu baru dalam proses produksi. Dukungan konsumen terhadap produk ramah lingkungan juga mendorong industri lebih peduli.
Membangun kesadaran menggunakan tisu secara bijak perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Edukasi kepada anak-anak dapat menanamkan kebiasaan hemat sejak dini. Langkah kecil yang konsisten akan memberikan dampak positif bagi lingkungan, selain itu kelestarian alam dapat lebih terjaga di masa depan.