Tahan Diri, Belanja Lebaran Secukupnya
- 13 Mar 2026 04:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi belanja kebutuhan lebaran menjadi momen yang selalu dinantikan banyak orang. Mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan khas lebaran, hingga berburu berbagai promo di pusat perbelanjaan. Namun di tengah euforia tersebut, masyarakat diingatkan untuk tetap bijak agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebihan yang dapat berdampak pada kondisi keuangan setelah lebaran.
Pakar keuangan kerap mengingatkan bahwa setelah hari raya usai, kehidupan akan kembali berjalan seperti biasa dengan berbagai kebutuhan yang tetap harus dipenuhi. Pengeluaran rutin seperti biaya rumah tangga, pendidikan, hingga kebutuhan darurat tetap membutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengatur prioritas saat berbelanja kebutuhan lebaran.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko atau berbelanja secara daring. Dengan daftar tersebut, seseorang dapat lebih fokus pada barang yang benar-benar dibutuhkan dan menghindari pembelian impulsif. Selain itu, menetapkan batas anggaran juga menjadi langkah efektif agar pengeluaran tetap terkendali.
Memanfaatkan promo dan diskon memang dapat membantu menghemat pengeluaran, namun tetap perlu disikapi dengan bijak. Banyak orang yang justru membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena tergiur potongan harga. Padahal, prinsip utama dalam belanja hemat adalah membeli barang yang memang penting dan bermanfaat.
Jihan, seorang karyawan muda di kota Palu, mengaku tahun ini lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran menjelang lebaran. Ia memilih untuk tidak terlalu mengikuti tren belanja yang sering membuat orang kalap. Menurutnya, kesadaran untuk menahan diri sangat penting agar kondisi keuangan tetap stabil setelah hari raya.
“Sekarang saya lebih pilih belanja yang benar-benar penting dan bermanfaat saja. Takut kalau khilaf malah boros. Setelah lebaran kan masih banyak kebutuhan lain, jadi lebih baik sebagian uangnya ditabung, bahkan kalau bisa dialihkan ke tabungan emas,” ujar Jihan kepada RRI, Jumat (13/3/2026).
Dengan perencanaan yang baik dan sikap bijak dalam berbelanja, momen lebaran tetap dapat dirayakan dengan penuh kebahagiaan tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan di masa mendatang. Mengingat bahwa setelah perayaan usai, kehidupan tetap berjalan dan membutuhkan kesiapan finansial yang matang. (NDL)