Journaling Bantu Ekspresikan Emosi Terpendam

  • 16 Feb 2026 07:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Kesulitan mengungkapkan isi hati kerap dialami banyak orang, terutama ketika apa yang ingin disampaikan tidak sesuai dengan yang terucap. Dalam Program Sore Ceria PRO 2 RRI Palu, psikolog, Husnul Khatimah membagikan cara sederhana untuk menyalurkan emosi secara sehat, salah satunya melalui teknik menulis atau journaling.

Menurut Husnul, tidak semua orang nyaman bercerita secara langsung kepada orang lain. Dalam kondisi tersebut, menulis bisa menjadi alternatif yang efektif untuk mengekspresikan perasaan.

“Teman-teman yang tidak suka bercerita bisa mencoba menulis. Apa yang dirasakan dan dipikirkan dituangkan dalam tulisan, harapannya emosi itu bisa tersalurkan,” jelasnya .

Ia menyebut metode tersebut dikenal sebagai writing therapy, yaitu teknik menuliskan pikiran dan perasaan secara jujur tanpa harus memikirkan struktur bahasa yang sempurna.

“Kalau lagi resah atau banyak pikiran, coba ditulis satu per satu. Misalnya hari ini sedih karena apa, hari ini kepikiran apa. Semua dituangkan dalam bentuk tulisan,” ujarnya.

Husnul menambahkan, menulis membantu seseorang mengenali emosi sekaligus memberi ruang aman untuk menyalurkan tekanan batin. Namun ia juga memahami bahwa tidak semua orang mampu mengekspresikan perasaan, baik melalui cerita maupun tulisan. Kondisi tersebut, menurutnya, bisa berkaitan dengan kebiasaan memendam emosi sejak lama.

“Orang yang terbiasa memendam emosi biasanya tidak punya cara mengekspresikan perasaannya. Padahal setiap emosi harus diproyeksikan dan dikeluarkan, baik emosi negatif maupun positif,” jelasnya.

Ia mengibaratkan emosi yang dipendam seperti balon yang terus ditiup. Semakin lama ditahan, semakin besar tekanannya hingga berpotensi meledak. Menurutnya faktor lingkungan, terutama sejak masa kecil, turut memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengekspresikan perasaan. Lingkungan yang tidak memberi ruang untuk mengungkapkan emosi dapat membentuk kebiasaan memendam yang terbawa hingga dewasa.

Melalui edukasi ini, Husnul mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kesehatan mental dan mulai membangun kebiasaan mengekspresikan emosi secara sehat, baik melalui komunikasi, tulisan, maupun metode lain yang sesuai dengan karakter masing-masing individu.

Rekomendasi Berita