Puasa Terganggu? Atasi Sariawan Secara Alami
- 28 Feb 2026 22:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID - PALU:Selain gangguan pencernaan, sariawan menjadi salah satu “tamu tak diundang” yang kerap muncul saat bulan puasa. Mulut yang cenderung lebih kering karena berkurangnya asupan cairan bisa memicu pertumbuhan bakteri. Akibatnya, tak hanya bau mulut yang muncul, tapi juga luka kecil yang perih dan mengganggu aktivitas berbuka maupun sahur.
Melansir dari laman Halodoc, sariawan adalah luka kecil, dangkal, dan terasa nyeri yang muncul di jaringan lunak dalam mulut, seperti bagian dalam pipi, dasar gusi, bawah lidah, hingga sisi rongga mulut. Meski bisa muncul lebih dari satu sekaligus, sariawan tidak menular. Penyebabnya beragam, mulai dari daya tahan tubuh menurun, kekurangan vitamin B12 dan asam folat, infeksi bakteri atau virus, hingga perubahan hormon.
Saat puasa, kondisi tubuh yang mudah lelah dan kurang cairan dapat memperbesar risiko munculnya sariawan. Rasa perihnya bahkan bisa membuat makan sahur dan berbuka jadi tidak nyaman. Namun, tak perlu panik. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakannya tanpa mengganggu ibadah puasa.
Berkumur air garam menjadi langkah praktis yang bisa dicoba. Campuran air hangat dan garam memiliki sifat antiseptik yang membantu mempercepat penyembuhan luka. Cukup lakukan secara rutin, terutama setelah sahur dan berbuka.
Cara alami lainnya adalah mengoleskan madu pada area sariawan. Madu dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri, sehingga mampu membantu mengurangi rasa perih sekaligus mempercepat pemulihan luka.
Tak hanya itu, kelapa juga dipercaya efektif meredakan sariawan. Campuran madu dengan susu kelapa atau minyak kelapa dapat dioleskan langsung pada luka sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Kandungan alaminya membantu meredakan peradangan sekaligus memberikan sensasi sejuk pada area yang luka.
Sementara itu, kantung teh bekas juga bisa dimanfaatkan. Kandungan basa pada teh membantu menetralkan kondisi mulut yang asam. Tempelkan kantung teh bekas selama sekitar lima menit pada sariawan untuk membantu meredakan nyeri.
Pilihan lain yang tak kalah populer adalah lidah buaya. Getah atau daging lidah buaya yang dioleskan langsung pada sariawan dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa panas. Gunakan dua hingga tiga kali sehari untuk hasil optimal.
Meski umumnya tidak berbahaya, sariawan yang tak kunjung sembuh lebih dari dua minggu sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis. Dengan perawatan yang tepat dan menjaga asupan nutrisi selama puasa, sariawan bisa cepat mereda sehingga ibadah tetap berjalan nyaman dan lancar.(UKJ)