Dinkes Sulteng Catat 571 Suspek Campak, Kota Palu Tertinggi

  • 06 Mar 2026 07:57 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan angka suspek kasus campak yang cukup tinggi pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah, total suspek kasus campak di wilayah ini telah mencapai 571 kasus.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan mengungkapkan, penyebaran kasus ini tersebar di beberapa daerah, seperti Kabupaten Tojo Unauna, Donggala, Parigi Moutong, Buol, dan Banggai Laut. Kota Palu tercatat sebagai wilayah dengan temuan suspek tertinggi.

"Kasus suspek campak tertinggi oleh Kota Palu dengan 102 kasus," ucap Ahsan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis 5 Maret 2026.

Meski angka suspek tinggi, ia menekanka kepastian virus tersebut masih harus menunggu hasil uji laboratorium. Namun, langkah penanganan dan penanggulangan telah dijalankan secara intensif guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas di tengah masyarakat.

Baca Juga: Anak hingga Remaja Dominasi Kasus Campak di Sulteng

"Kami telah melakukan langkah penanganan seperti isolasi mandiri dan pelayanan kesehatan untuk suspek campak," jelasnya.

Sebagai bentuk antisipasi cepat, sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal. Daerah-daerah yang telah memulai langkah tersebut antara lain Kabupaten Parigi Moutong, Buol, dan Tojo Una-Una.

Penyakit campak memiliki risiko kesehatan yang tinggi karena dapat memicu komplikasi serius, mulai dari gangguan perkembangan otak pada anak hingga risiko kematian. Oleh karena itu, Ahsan menekankan pentingny imunisasi sebagai langkah utama untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita