Bajabu, Hidangan Tradisional yang Kembali saat Ramadan

  • 06 Mar 2026 14:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Suasana di pasar Ramadan halaman parkir sebelah utara Kantor Wali Kota Palu terasa semakin semarak. Warga datang silih berganti, berburu aneka hidangan berbuka yang menggugah selera.

Di antara beragam pilihan takjil, satu sajian tradisional tampak sederhana namun mencuri perhatian, yakni bajabu.

Bajabu atau yang dikenal dengan sarundeng, merupakan olahan kelapa parut yang digoreng hingga kering. Warnanya kecokelatan dengan tekstur yang tampak renyah, menghadirkan aroma gurih yang khas.

Beberapa penjual menambahkan kacang goreng untuk memperkaya rasa dan sensasi ketika disantap.

Di tangan para penjual, bajabu bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan kuliner lokal yang tetap bertahan di tengah modernisasi. Proses pembuatan yang sederhana justru menjadi kekuatan tersendiri yang mampu menghadirkan cita rasa yang lekat dengan kenangan rumah dan kebersamaan.

Menjelang waktu berbuka, pembeli mulai berdatangan ke lapak-lapak kecil yang menjajakan bajabu. Hidangan ini kerap menjadi pelengkap santapan utama, menambah rasa gurih pada nasi hangat dan lauk sederhana.

Bagi sebagian masyarakat, bajabu juga memiliki nilai nostalgia yang mengingatkan pada masakan rumahan tempo dulu. Kehadirannya di pasar Ramadan seolah menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.

Di tengah maraknya makanan modern dan kekinian, bajabu tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik yang tidak lekang oleh waktu.

Ramadan pun menjadi momen yang tepat untuk kembali mengenal dan menikmati kuliner tradisional seperti bajabu. Lebih dari sekadar makanan, bajabu adalah cerita tentang tradisi, kebersamaan, dan kehangatan yang terus hidup di tengah masyarakat Palu. (DL)

Rekomendasi Berita