Nennu-Nennu, Manis Legit dalam Balutan Benang Tradisional

  • 09 Mar 2026 07:40 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kue tradisional nennu-nennu atau bannang-bannang kembali menarik perhatian masyarakat sebagai jajanan khas yang sarat nilai budaya. Kue ini berasal dari masyarakat Bugis-Makassar dan masih mudah ditemukan di berbagai pasar tradisional.

Bentuknya yang unik menyerupai benang kusut menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner.

Nennu-nennu terbuat dari bahan sederhana, yakni tepung beras, gula merah, dan air yang diolah menjadi adonan cair. Adonan tersebut kemudian digoreng dengan teknik khusus hingga membentuk helaian tipis menyerupai benang.

Saat digoreng, adonan akan membentuk lapisan-lapisan tipis yang saling bertumpuk, sehingga menghasilkan tekstur yang renyah di bagian luar, namun tetap lembut saat digigit. Rasa manis legit dari gula aren memberikan sensasi khas yang sulit dilupakan.

Di Kota Palu, kue ini mulai banyak dijumpai, terutama saat bulan Ramadan. Para pedagang menjajakan nennu-nennu sebagai salah satu pilihan takjil favorit masyarakat.

Menariknya, beberapa penjual kini menyajikan nennu-nennu dalam bentuk yang lebih praktis. Kue ini dipadatkan dan disusun memanjang agar mudah dikemas dan dibawa pulang, sehingga membuatnya lebih tahan lama tanpa mengurangi cita rasanya.

Keberadaan nennu-nennu menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah maraknya makanan modern, jajanan ini mampu bertahan dengan ciri khasnya sendiri.

Melalui keberlanjutan penjualan dan minat masyarakat, nennu-nennu diharapkan tetap lestari sebagai warisan kuliner Nusantara. Peran generasi muda juga penting untuk mengenalkan kembali makanan tradisional ini. (DL)

Rekomendasi Berita