Nasi Bambu Bakar, Menu Unik di Pasar Ramadan
- 09 Mar 2026 08:25 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Suasana Pasar Ramadan di halaman parkir sebelah utara Kantor Wali Kota Palu tampak selalu dipadati warga yang berburu menu berbuka puasa. Berbagai makanan dan minuman khas Ramadan tersaji di lapak-lapak pedagang, mulai dari aneka kue tradisional hingga gorengan yang menjadi favorit masyarakat.
Di antara beragam pilihan kuliner tersebut, hadir satu menu yang cukup menarik perhatian pengunjung, yakni nasi bambu bakar. Makanan ini terlihat unik karena dimasak di dalam ruas bambu, memberikan aroma khas yang berbeda dari nasi pada umumnya.
Nasi bambu bakar memiliki kemiripan dengan hidangan tradisional seperti Lemang dari Sumatera atau Nasi Jaha di wilayah Sulawesi. Proses memasaknya menggunakan bambu sebagai wadah alami, sehingga menghasilkan aroma harum yang khas ketika dibakar.
Dalam proses pembuatannya, beras atau beras ketan terlebih dahulu direndam selama sekitar enam hingga delapan jam. Setelah itu, beras dimasukkan ke dalam bambu muda yang bagian dalamnya dilapisi daun pisang agar tidak menempel pada bambu.
Selanjutnya, santan yang telah dicampur garam dan bumbu aromatik seperti serai dan bawang dituang ke dalam bambu hingga menutupi beras. Bambu kemudian ditutup menggunakan daun pisang sebelum dibakar di atas bara api.
Proses pembakaran biasanya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam. Selama proses tersebut bambu diputar secara berkala agar nasi matang merata dan tidak hangus.
Kehadiran nasi bambu bakar di Pasar Ramadan ini menambah variasi menu berbuka puasa bagi masyarakat. Selain rasanya yang gurih dan mengenyangkan, cara memasaknya yang tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang berburu kuliner Ramadan. (DL)