Manis Legit Tape Ubi Kayu Tradisional
- 12 Mar 2026 15:49 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di sudut lapak jajanan pasar, deretan kotak plastik bening berisi potongan tape ubi kayu tampak tersusun rapi. Warnanya putih kekuningan, teksturnya lembut, dan aromanya khas—perpaduan manis serta sedikit asam yang langsung menggugah selera.
Kudapan sederhana ini masih menjadi favorit masyarakat, terutama saat bulan Ramadan. Tape ubi kayu merupakan olahan tradisional dari singkong yang difermentasi menggunakan ragi.
Proses pembuatannya cukup sederhana, namun membutuhkan kesabaran. Singkong yang telah dikupas dan dikukus didinginkan terlebih dahulu, kemudian ditaburi ragi sebelum disimpan selama beberapa hari hingga proses fermentasi menghasilkan rasa manis.
Hasilnya adalah tape dengan tekstur lembut dan rasa legit yang khas, serta terasa lumer di mulut dengan sensasi sedikit berair. Tak heran jika makanan ini kerap dijadikan camilan, bahan campuran es buah, kolak, hingga aneka kue tradisional.
Di berbagai pasar tradisional maupun pasar Ramadan di Palu, tape ubi kayu masih mudah ditemukan. Penjual biasanya mengemasnya dalam wadah plastik agar praktis dibawa pulang.
Bagi sebagian masyarakat, tape ubi kayu bukan sekadar makanan ringan. Kudapan ini juga menyimpan kenangan masa kecil, ketika tape sering disajikan di rumah sebagai hidangan sederhana namun penuh cita rasa.
Meski kini banyak makanan modern bermunculan, tape ubi kayu tetap memiliki tempat tersendiri di hati penikmat kuliner tradisional. Rasanya yang manis alami dan proses pembuatannya yang diwariskan turun-temurun, membuatnya tetap bertahan di tengah perubahan zaman. (DL)