Mengenal Fenomena Earworm
- 12 Mar 2026 15:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah merasa kesal karena sebuah lagu yang sebenarnya dibenci terus-menerus berputar di kepala sepanjang hari? Fenomena yang secara ilmiah dikenal sebagai earworm atau involuntary musical imagery (INMI). Hal ini tentu terasa sangat menyebalkan.
Penelitian Kelly Jakubowski dkk. pada 2017 menunjukkan bahwa otak memiliki mekanisme khusus yang membuat melodi repetitif dan sederhana menjadi tersangkut lebih kuat, tanpa mengikuti selera musik pribadi. Salah satu penyebab utama dari fenomena ini adalah Efek Zeigarnik, otak memiliki kecenderungan alami untuk terus memikirkan tugas atau pola yang belum selesai.
Lagu yang berulang-ulang dinilai memiliki struktur yang mudah ditebak dan tidak pernah benar-benar mencapai titik akhir yang memuaskan dalam pikiran kita. Akibatnya, otak terus memutar lagu tersebut secara tidak sadar, seolah-olah sedang mencoba menyelesaikan pola musik tersebut agar bisa melepaskannya dari memori jangka pendek.
Faktor lainnya adalah struktur melodi yang sangat sederhana dan repetitif, yang sering kali menjadi ciri khas dari lagu-lagu populer. Dr. Kelly Jakubowski dkk. dalam jurnal Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts menambahkan lagu yang paling sering menjadi earworm adalah lagu dengan struktur melodi yang sangat dasar, memiliki interval yang mudah diingat, dan repetisi yang konsisten. Lagu yang kita anggap menjengkelkan seringkali justru memiliki elemen-elemen ini, yang membuatnya jauh lebih mudah tersangkut di otak dibandingkan lagu dengan aransemen yang kompleks dan sulit ditebak.
Kondisi mental saat sedang lelah atau bosan memainkan peran besar dalam memperkuat fenomena ini. Ketika sedang melakukan pekerjaan rutin atau monoton yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi, otak cenderung mencari pengisi aktivitas mental untuk mencegah kebosanan.
Lagu sederhana meskipun tidak disukai adalah objek yang paling mudah diakses oleh otak untuk mengisi kekosongan tersebut. Paparan yang berlebihan, seperti mendengarnya berulang kali di media sosial menciptakan jalur saraf yang kuat bagi lagu tersebut. Otak menjadi menghafalnya tanpa sadar meski tidak menginginkannya.
Lagu yang terus terngiang menjadi bukti bahwa memori manusia bekerja secara otomatis. Otak tidak hanya memilih yang hanya disukai, tapi seringkali memilih apa yang paling mudah diproses, paling repetitif, dan paling sering didengar.
Earworm adalah hasil dari pola melodi sederhana dan kecenderungan otak untuk memproses informasi saat senggang. Hal tersebut bisa hilang dengan sendirinya ketika fokus mulai beralih ke tugas lain yang lebih menantang secara kognitif.