Meraih Keberkahan Sahur Hanya dengan Air Putih

  • 12 Mar 2026 04:45 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bulan suci Ramadan membawa berbagai amalan sunah yang bernilai pahala tinggi, salah satunya adalah makan sahur. Aktivitas bersantap sebelum fajar menyingsing ini bukan sekadar rutinitas fisik untuk mengisi perut agar tubuh kuat berpuasa seharian penuh.

Lebih dari itu, sahur merupakan sebuah ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena menyimpan keutamaan spiritual yang luar biasa bagi umat Islam. Dikutip dari Badan Amil Zakat Nasional, keutamaan sahur menjadi salah satu pembahasan penting dalam ibadah puasa yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sahur bukan sekadar kegiatan makan sebelum imsak, melainkan ibadah sunnah yang mengandung hikmah besar dan keberkahan luar biasa. Rasulullah sangat menekankan pentingnya sahur karena sahur mampu memperkuat ibadah puasa, baik secara fisik maupun spiritual.

Inti dari keutamaan makan sahur terletak pada keberkahan (barakah) yang diturunkan di dalamnya. Rasulullah SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk tidak melewatkan waktu sahur sebelum memulai puasa. Dalam pandangan Islam, keberkahan sahur mencakup limpahan kebaikan di dunia maupun di akhirat, memberikan kekuatan ibadah, serta menjadi ciri khas yang membedakan puasanya umat Islam dengan ibadah puasa umat-umat terdahulu.

Namun, dalam praktiknya, sering kali seseorang terbangun dalam kondisi waktu yang sudah sangat mepet dengan imsak atau perut sedang sama sekali tidak memiliki selera makan. Islam sebagai agama yang memudahkan umatnya memberikan kelonggaran dan pemahaman yang sangat praktis terkait hal ini. Syariat menekankan bahwa keutamaan dan keberkahan sahur tetap dapat diraih secara sempurna meskipun seseorang hanya mengonsumsi sesuatu yang sangat minim, seperti air putih.

Hal tersebut dilandaskan pada dalil yang kuat dan jelas dari hadis Nabi yang menjadi rujukan para ulama. Penegasan ini membuktikan betapa besarnya rahmat Allah SWT yang tidak ingin umat-Nya kehilangan pahala besar hanya karena ketidakmampuan fisik untuk makan besar di dini hari. Cukup dengan niat puasa dan meneguk air, seorang muslim telah tercatat menghidupkan sunah yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW.

Selain bernilai ibadah dan mendatangkan pahala, mengonsumsi air putih saat sahur juga memiliki manfaat fisiologis yang sejalan dengan hikmah syariat. Secara medis, asupan cairan di penghujung waktu malam sangat krusial untuk menjaga tingkat hidrasi tubuh selama belasan jam menahan dahaga di siang hari. Air putih akan membantu menjaga fungsi organ tetap optimal dan mencegah dehidrasi parah yang dapat mengganggu konsentrasi maupun aktivitas sehari-hari.

Tidak ada alasan yang ideal bagi seorang muslim untuk sengaja atau bermalas-malasan melewatkan waktu sahur. Kendati mata masih terasa berat atau perut belum siap menerima asupan makanan berat, sempatkanlah untuk sekadar bangun dan meminum seteguk air putih. Tindakan yang sangat sederhana ini sudah cukup untuk menegakkan sunah, menjaga kesehatan tubuh, dan yang paling utama, mengundang ridho dari Allah SWT.

Rekomendasi Berita