Tenang dengan Bantuan White Noise
- 12 Mar 2026 11:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bagi sebagian orang, suasana yang benar-benar hening justru terasa memicu kegelisahan. Di sinilah white noise berperan sebagai penyelamat.
White noise adalah suara yang berisi semua frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia dalam intensitas yang sama, menghasilkan bunyi desis yang konsisten mirip dengan suara siaran televisi yang hilang sinyal atau kipas angin. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine di 2017, white noise bekerja dengan menciptakan "selimut suara" yang menutupi perubahan suara mendadak di lingkungan sekitar, sehingga otak tidak mudah terkejut oleh gangguan eksternal.
Kehebatan white noise dalam membantu tidur terletak pada kemampuannya untuk mengurangi perbedaan antara suara latar belakang yang tenang dan suara yang mengejutkan, seperti gonggongan anjing atau pintu yang terbanting. Sebuah studi oleh Messineo et al. tahun 2017 menemukan bahwa penggunaan white noise dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan seseorang untuk jatuh tidur (sleep onset) secara signifikan.
Hal ini terjadi karena otak tetap siaga memantau suara di sekitar saat kita beristirahat. Dengan bantuan suara yang seragam, sensitivitas pendengaran menjadi lebih teratur, yang membantu mempertahankan durasi tidur dalam agar tidak mudah terputus.
Selain untuk tidur, white noise juga menjadi alat bantu produktivitas yang populer di lingkungan kerja atau belajar yang bising. Berdasarkan teori psikologi kognitif yang dibahas dalam Journal of Cognitive Neuroscience, suara latar yang stabil dapat membantu individu dengan tingkat fokus rendah untuk memblokir distraksi auditori.
Fenomena ini dihubungkan dengan stochastic resonance, sebuah kondisi saat sedikit suara latar justru memicu otak untuk bekerja lebih tajam dalam menyaring informasi. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang sering merasa jenuh secara mental atau sulit berkonsentrasi saat berada di keramaian..
Namun, efektivitas white noise bisa bervariasi bagi setiap individu. Beberapa penelitian terbaru, termasuk yang dipublikasikan dalam Nature: Scientific Reports di 2020, menunjukkan bahwa sementara banyak orang terbantu, paparan suara konstan yang terlalu keras dalam jangka panjang mungkin memengaruhi cara otak memproses informasi pendengaran secara permanen. Oleh karena itu, para ahli menyarankan penggunaan white noise pada volume yang rendah dan nyaman cukup untuk menyamarkan gangguan, namun tidak sampai mendominasi seluruh kesadaran pendengaran kita.
White noise merupakan cara sederhana untuk menenangkan kekacauan pendengaran di sekitar kita. Suara statis ini bertindak sebagai penjaga kedamaian pikiran. Hal ini membuktikan bahwa menghadirkan suasana suara yang memberikan ketenangan emosional yang dibutuhkan otak untuk tetap sehat.