Talam Jagung Jajanan Tradisional Lezat bernilai Gizi yang Baik

  • 05 Mar 2026 20:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru- Talam jagung merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang banyak ditemukan di pasar tradisional. Kue ini dikenal memiliki tekstur lembut dengan rasa manis gurih karena menggunakan bahan utama jagung, santan, dan tepung.

Selain rasanya yang lezat, talam jagung juga cukup bergizi karena jagung sebagai bahan utamanya mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Dikutip dari FatSecret (Data kandungan gizi jagung), jagung diketahui mengandung karbohidrat, serat, protein, serta sejumlah vitamin dan mineral.

Dalam 100 gram jagung rebus terdapat sekitar 96–124 kalori, sekitar 21 gram karbohidrat, 3 gram protein, dan sekitar 2–3 gram serat yang baik untuk pencernaan. Jagung juga mengandung kalium, zat besi, serta antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan jagung sebagai salah satu sumber energi yang baik untuk tubuh.

Untuk membuat talam jagung, bahan-bahan yang biasanya digunakan antara lain jagung manis yang sudah dipipil, tepung beras atau tepung tapioka, santan, gula, garam, dan air. Jagung terlebih dahulu dihaluskan, kemudian dicampur dengan tepung, santan, gula, dan sedikit garam hingga menjadi adonan yang rata. Adonan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau loyang yang sudah diolesi minyak.

Selanjutnya, adonan talam jagung dikukus selama kurang lebih 20–30 menit hingga matang dan bertekstur padat. Setelah matang, kue didinginkan terlebih dahulu sebelum dipotong dan disajikan. Talam jagung biasanya memiliki warna kuning alami dari jagung dengan aroma santan yang khas, sehingga banyak digemari sebagai camilan tradisional.

Dengan bahan yang sederhana dan kandungan gizi dari jagung yang cukup baik, talam jagung tidak hanya menjadi makanan tradisional yang lezat tetapi juga dapat menjadi pilihan camilan yang bernutrisi. Kue ini juga menjadi contoh bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi hidangan yang sehat sekaligus mempertahankan kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Rekomendasi Berita