Duta Bahasa Kalbar "Bahasa Gaul Boleh, Asal Tak Amburadul"

  • 21 Feb 2026 11:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Penggunaan bahasa gaul, bahasa serapan, hingga bahasa baku di tengah generasi muda menjadi topik hangat yang kembali disorot. Dalam siaran edukatif INSIGHTAINMENT RRI Pro 2 Pontianak pada Senin, 09 Februari 2026. Duta Bahasa Kalbar Nur Ikhsan menegaskan bahwa bahasa gaul boleh saja digunakan selama tidak mengaburkan makna dan konteks komunikasi.

Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat 2025, Nur Ikhsan menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan soal boleh atau tidaknya bahasa gaul, melainkan soal ketepatan pemakaian bahasa sesuai situasi.

“Bahasa gaul boleh digunakan, asal tidak amburadul. Kita harus menyesuaikan bahasa dengan konteks dan siapa lawan bicara kita,” ujarnya.

Ia menekankan peran Duta Bahasa sebagai jembatan antara ahli bahasa dan masyarakat. Menurutnya, Duta Bahasa merupakan garda terdepan dalam menggaungkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Konsep Trigatra Bangun Bahasa kembali ditekankan, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Prinsip ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan global sekaligus menjaga jati diri bangsa.

“Menjadi Duta Bahasa bukan berarti memusuhi bahasa asing. Justru kita dituntut mampu berbahasa asing, sambil tetap menjadikan bahasa Indonesia sebagai tuan rumah,” tambah Ihsan.

Hal senada disampaikan Syahda Aresta, yang menyoroti pentingnya keteladanan berbahasa di media sosial. Ia menilai media digital memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan berbahasa generasi muda.

“Media sosial adalah ruang paling dekat dengan anak muda. Jika kita ingin bahasa baku tetap hidup, maka contohnya harus terlihat di sana,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan pula bahwa Pendaftaran Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi dibuka. Menariknya, seleksi ini terbuka untuk semua latar belakang jurusan, tidak terbatas pada mahasiswa bahasa atau sastra.

“Saya dari jurusan bisnis dan bisa menjadi Duta Bahasa. Jadi jangan ragu, siapa pun yang peduli bahasa dan budaya bisa ikut berkontribusi,” kata Ihsan.

Peserta terpilih nantinya akan dibina langsung oleh Balai Bahasa Kalimantan Barat, serta dilibatkan dalam berbagai program strategis kebahasaan dan kebudayaan, termasuk kegiatan literasi dan penguatan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Melalui ajakan ini, Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat berharap semakin banyak generasi muda yang sadar bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan karakter dan persatuan bangsa.

Baca juga: https://rri.co.id/pontianak/asta-cita/2200624/nilai-sila-jadi-pondasi-kerukunan-masyarakat-majemuk

Rekomendasi Berita