Anak Muda Melek Digital dan Peduli Sesama
- 04 Feb 2026 12:22 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Peran anak muda dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus menjaga kepedulian sosial menjadi sorotan dalam program Pengarusutamaan Gender dan Inklusi, Senin, 2 Februari 2026. Mengangkat tema “Cerita Anak Muda Zaman Now: Melek Digital dan Peduli Sesama”, diskusi ini menghadirkan Nur Mujahidin, relawan PPSW Borneo Singkawang, sebagai narasumber.
Nur menjelaskan bahwa makna melek digital tidak sebatas kemampuan menggunakan gawai atau media sosial. “Menurut saya melek digital itu bukan hanya sekedar soal kita mengerti menggunakan gadget atau media sosial. Tetapi, bagaimana kita menggunakan media digital itu untuk hal yang lebih luas dan bermanfaat misalnya dalam segi usaha maupun pendidikan, dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Selain pemanfaatan positif, Nur juga menekankan pentingnya menjaga privasi di ruang digital. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyalahgunaan media sosial, terutama terkait keamanan digital bagi pelaku usaha. Menurutnya, kasus penipuan hingga pembobolan rekening kerap terjadi akibat kelalaian dalam menjaga data pribadi, termasuk penyebaran dokumen penting seperti KTP.
Dalam konteks kesetaraan gender, Nur menyampaikan bahwa media sosial juga dimanfaatkan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) untuk menyuarakan isu-isu tersebut secara lebih luas. “PPSW sendiri menggunakan media sosial untuk menyuarakan isu-isu kesetaraan gender. Secara luas setiap daerah pasti ada dan sudah memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kesetaraan gender. Kita harus melakukan ini secara masif, bukan hanya beberapa orang saja,” ujarnya.
Ia menilai bahwa dampak kesetaraan gender saat ini sudah mulai terlihat, dengan semakin banyak perempuan yang menduduki posisi pimpinan dan pengambil keputusan. Dibandingkan masa lalu, kondisi tersebut menunjukkan adanya kemajuan signifikan dan ketimpangan yang semakin berkurang.
Terkait kepedulian sosial anak muda, Nur mengakui bahwa tantangan tetap ada di tengah dominasi dunia digital. “Kepedulian saat ini memang sudah menipis ya, sibuk sama gadgetnya masing-masing, sibuk sama media sosial. Mereka lebih banyak yang tertarik ke dunia digital dibanding bersosialisasi. Tapi, masih banyak juga anak muda yang peduli sosial dan aktif di kegiatan bermasyarakat, jadi kita tidak boleh menilai hanya dari 1 pihak saja,” katanya.
Nur menambahkan bahwa kepedulian sosial sangat berkaitan dengan pengetahuan dan proses belajar. “Terkait kepedulian, itu akan selaras dengan pengetahuan. Ketika kita terus maju, terus melangkah mencari ilmu tentunya kepedulian itu akan tumbuh. Setelah kita belajar dan menimba ilmu, kita sadar kalau kita tidak bisa hidup sendiri dan tidak bisa hidup tanpa satu sama lain,” ucapnya.
Baca juga: Literasi Digital: Penguatan Konten Siaran Multi Platform