IAIN Pontianak Gandeng BPK Kalbar Bedah Budaya Borneo
- 05 Feb 2026 21:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Akademisi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak menggelar Seminar dan Bedah Buku Borneo Heritage Forum seri keempat di Aula Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII Kalbar, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk mengkaji identitas budaya Borneo melalui pendekatan ilmiah dan nilai spiritual.
Seminar mengusung tema "Merajut Budaya dalam Tradisi dan Peninggalan Arkeolog" yang menghadirkan para dosen serta peneliti lintas bidang. Forum ini menjadi wadah diskusi untuk menggali warisan budaya Kalimantan Barat dari berbagai perspektif keilmuan.
Kepala BPK Wilayah XII Kalimantan Barat (Kalbar), Juliadi, menyambut baik kerja sama dengan akademisi IAIN Pontianak dalam upaya pelestarian budaya daerah. Ia menegaskan, pihaknya membuka ruang kolaborasi bagi akademisi dan masyarakat untuk memperkuat kajian budaya berbasis penelitian.
“Masih banyak ruang gelap dalam sejarah dan budaya kita yang perlu dikaji dengan kerangka ilmiah dan kolaborasi ini adalah kunci,” ujar Juliadi.
Dalam pemaparannya, Juliadi juga menyinggung keberhasilan riset tanaman didanai oleh program Indonesiana. Menariknya, pada tahun 2025, Kalbar mencatatkan rekor sebagai penerima dana Indonesiana terbesar di luar Pulau Jawa dengan 150 penerima. BPK XII, lanjut Juliadi, siap memfasilitasi masyarakat, baik komunitas maupun perorangan, melalui berbagai skema bantuan penelitian.
Seminar ini menghadirkan tiga perspektif yang saling melengkapi:
Pada kesempatan seminar dan bedah buku ini, Juliadi membedah bukti-bukti awal budaya di Kalbar melalui tinggalan Arkeologi. Paparannya membawa para akademisi melintasi waktu, melihat jejak peradaban yang tertimbun tanah tetapi tetap menjadi penting sebab memberikan banyak pengetahuan kepada masyarakat.
Adiansyah, M.Pd.I mengulas sisi religiusitas dalam budaya lokal melalui tema "Nilai-Nilai Dakwah pada Salam Budaya Dayak Kalimantan." Dosen Prodi BKI ini, mengupas filosofi salam budaya Dayak, "Adil Ka’talino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’jubata" sebagai fondasi moral yang sejalan dengan nilai-nilai dakwah.
Adapun Abdul Aziz, S.Pd., M.A melihat sisi lain dari kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Sambas. Dosen muda ini memotret dinamika sosial melalui kajian "Hegemoni Labai dalam Bimbingan Pernikahan Melayu Sambas". Ia menyoroti bagaimana tradisi, legitimasi, dan peran agen sosial bekerja dalam institusi pernikahan.
Ketua Borneo Heritage Forum, Dr. Patmawati, menjelaskan bahwa konsistensi kegiatan ini adalah bentuk komitmen FDKI IAIN Pontianak terhadap perkembangan dan kemajuan Borneo.
"Ini adalah bedah buku keempat kami. Dukungan dari Dekan FDKI dan partisipasi aktif kawan-kawan dosen menjadi energi utama. Melalui Borneo Heritage Forum ini, kami menggandeng BPK XII, agar dapat memperluas spektrum kajian Borneo lebih inklusif dan mendalam," tutur Patmawati.
Baca juga: BPK Wilayah XII Gelar Semarak Hari Kebudayaan 2025