Imlek dan Cap Go Meh Dongkrak Wisata Kalbar

  • 06 Feb 2026 15:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kuburaya - Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kalimantan Barat telah menjadi agenda tahunan yang ramai dan dikenal luas. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan Imlek dan Cap Go Meh sebagai salah satu event unggulan daerah yang berperan penting dalam menarik kunjungan wisatawan ke Kalbar. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Destinasi dan Pariwisata Disporapar Kalbar, Rita Hastarita, dalam program Ruang Terbuka yang diselenggarakan pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Rita menyebutkan bahwa Pontianak dan Singkawang menjadi dua kota utama yang menjadi fokus perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Pada perayaan tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan khusus momen Imlek dan Cap Go Meh tercatat mencapai sekitar 7.000 orang, dan pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 11.000 wisatawan. “Target tahun ini 11 ribu wisatawan. Ini menjadi faktor penggerak ekonomi lokal, dan pemprov ingin tidak hanya dua daerah saja yang menjadi fokus, tetapi daerah lain juga terdampak,” ujar Rita.

Secara keseluruhan, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 12.073.959 orang, sementara wisatawan mancanegara sebanyak 97.108 orang. Momen Imlek dan Cap Go Meh disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap angka kunjungan tersebut, sekaligus diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Rita menegaskan bahwa pergerakan wisatawan pada momen Imlek dan Cap Go Meh menjadi momentum penting bagi pergerakan ekonomi daerah. “Ini momen pergerakan yang besar, pergerakan manusia dan pergerakan ekonomi. Akan ada komponen kunci dalam pengembangan pariwisata yang meningkatkan kenyamanan pengunjung, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas,” katanya.

Saat ini, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus meningkatkan infrastruktur sebagai pendukung utama sektor pariwisata. Upaya tersebut dibarengi dengan kerja sama bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk meningkatkan ketersediaan hotel, penginapan, serta rumah makan. Pemerintah daerah juga tengah merancang penyediaan informasi wisata halal dan nonhalal bagi wisatawan.

Pengembangan destinasi wisata unggulan di Kalimantan Barat turut mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 70 destinasi unggulan, kini bertambah menjadi 111 destinasi dari total 745 objek wisata yang tersebar di seluruh wilayah Kalbar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar terus menggalakkan promosi pariwisata, khususnya pada momen Imlek dan Cap Go Meh. Promosi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di Kalimantan Barat, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca juga: Disporapar Targetkan Masa Tinggal Wisatawan, Dorong Ekonomi Lokal

Rekomendasi Berita