Sedekah Laut: Tradisi Unik Masyarakat Pesisir Cilacap

  • 16 Feb 2026 07:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Tradisi sedekah laut masih terus dilestarikan masyarakat pesisir Cilacap sebagai bentuk rasa syukur atas hasil tangkapan nelayan. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh nelayan maupun masyarakat sekitar.

Diceritakan Tiffany Danica selaku Kakang Mbekayu Cilacap dalam Special Talk Spada Pro 2, bahwa sedekah laut tidak hanya dimaknai sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai doa bersama agar para nelayan diberi keselamatan dan kelancaran rezeki saat melaut. Rangkaian kegiatan biasanya diawali dengan persiapan sesaji yang dilakukan bersama oleh warga. Hasil bumi, tumpeng, serta perlengkapan lain disiapkan sebagai bagian dari simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh adat dan tokoh agama. Setelah itu, dilakukan kirab hasil bumi dan tumpeng sebelum akhirnya sesaji dilarung ke tengah laut menggunakan perahu yang telah dihias. Suasana berlangsung khidmat sekaligus meriah.

“Tradisi ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, nelayan, masyarakat umum, hingga anak-anak muda. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar tradisi ini tetap terjaga dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Selain prosesi utama, sedekah laut juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan hiburan rakyat. Penampilan kesenian daerah turut menambah semarak acara dan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang hadir.

"Sedekah laut ini biasanya dilakukan di Pantai Teluk Penyu ataupun Widara Payung. Kalaupun saya sendiri dulu pernah mengikuti yang ada di Teluk Penyu," ujar Tiffany.

Hingga kini, sedekah laut tetap dipertahankan sebagai warisan budaya turun-temurun. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus identitas masyarakat pesisir Cilacap yang hidup berdampingan dengan laut. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita