Sedentary Lifestyle di Era Digital
- 24 Feb 2026 12:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purowkerto : Dunia teknologi saat ini berkembang secara pesat. Hal ini berdampak pada perilaku seseorang khususnya pada millenial yang disebut dengan fenomena Sedentary Lifestyle.
Sendentary Lifestyle merupakan perilaku kurang aktif bergerak yang ditandai dengan banyak duduk atau berbaring dengan konsumsi energi yang sedikit. Fenomena ini lebih banyak dialami oleh perempuan khususnya millenial.
Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr. Nuraeni, S.Psi., M.Si.menjelaskan bahwa perempuan dan remaja menjadi kelompok paling terdampak karena tingginya intensitas penggunaan gawai untuk media sosial.
“ Inilah yang menciptakan pola hidup pasif di mana aktivitas fisik tergantikan oleh durasi menatap layar yang berlebihan,” katanya.
Meskipun dalam beberapa data global terbaru Indonesia terkadang berada di posisi ke-4 di bawah AS, pertumbuhan pesat (229,4 juta pada 2025) menjadikan Indonesia sebagai raksasa digital, menurut Cloud Computing Indonesia. Dominasi ini terjadi pada kalangan usia produktif yang menunjukkan bahwa ketergantungan akan teknologi informasi yang menjadi pemicu utama rendahnya aktivitas fisik di masyarakat saat ini.
“Dalam satu rumah, mereka bisa berkomunikasi dari kamar masing-masing. Padahal untuk keluar saja, mereka sudah berkomunikasi secara langsung,” ungkap Dr. Nuraeni.
Secara sosial, sedentary lifestyle memiliki dampak yang kurang baik karena ketika seseorang sudah berada di lingkungan sosial, mereka akan abai atau tidak peduli dan lebih memilih menggunakan gadget tanpa mengenal orang disekitarnya
Untuk mengatasi hal ini Pemerintah daerah sebaiknya bekerja sama dengan para akademisi dapat memberikan edukasi masif untuk memutus rantai gaya hidup sedentary ini.
“ Masyarakat dihimbau untuk kembali aktif bergerak dan bijak dalam memanfaatkan teknologi agar produktivitas fisik tetap terjaga di tengah gempuran era digital, “pungkasmya. (Alin)