Jagongan Film Bagikan Daftar Tontonan Ngabuburit Terbaik

  • 28 Feb 2026 21:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Memasuki bulan suci Ramadan, kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau yang akrab disebut "ngabuburit" menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat. Selain berburu takjil, menonton film panjang dan serial kini menjadi salah satu opsi strategis bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi waktu luang secara produktif dan menghibur.

Dalam dialog interaktif Pro 2 Movie pada Jumat (19/2/2026), dua pegiat film dari komunitas Jagongan Film, Bagas Wisnuardi (Program Director) dan Rehan (Film Programmer), membedah efektivitas menonton film sebagai metode "killing time" atau membunuh waktu selama berpuasa.

Bagas Wisnuardi menyatakan bahwa menonton film panjang dengan durasi rata-rata dua jam sangat membantu dalam mengalihkan rasa lapar dan haus, terutama jika dimulai pada pukul 15.00 WIB. "Dimulai jam 3 sore, film selesai jam 5, waktu berbuka sudah terasa dekat tanpa kita sadari," ujarnya. Sementara itu, Rehan menambahkan bahwa film serial memiliki daya tarik tersendiri karena sifatnya yang berkelanjutan, sehingga penonton merasa penasaran dan terus ingin melanjutkan episode berikutnya.

Dalam obrolan tersebut, narasumber memberikan beberapa rekomendasi film berkualitas yang layak masuk dalam daftar tontonan Ramadhan:

  1. Abadi Nan Jaya: Sebuah karya thriller zombie lokal yang dinilai memberikan penyegaran dalam industri film aksi Indonesia.
  2. Gadis Kretek: Serial bertema sejarah industri rokok kretek tahun 1960-an yang menonjolkan sisi lokalitas dan perjuangan perempuan.
  3. Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Film drama romantis dengan visual hitam-putih yang dinilai sebagai salah satu karya terbaik di tahun 2023.
  4. A Taxi Driver: Rekomendasi film Korea Selatan yang mengangkat kisah nyata seorang supir taksi di tengah gejolak politik, memberikan pesan kemanusiaan yang mendalam.

Selain memberikan rekomendasi, narasumber juga menekankan pentingnya literasi media bagi penonton. Masyarakat diimbau untuk lebih dulu membaca ulasan (review) melalui platform seperti IMDb atau Letterboxd agar mendapatkan tontonan yang sesuai dengan preferensi pribadi, bukan sekadar mengikuti tren.

Penonton juga diingatkan untuk tetap memperhatikan klasifikasi usia dan menjaga adab selama bulan puasa dengan menghindari konten yang kurang relevan dengan semangat ibadah. Bagas Wisnuardi juga mengajak masyarakat untuk aktif menulis ulasan sebagai bentuk dukungan moral terhadap pertumbuhan industri perfilman nasional.

Para narasumber juga menegaskan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk belajar sejarah dan isu sosial, sekaligus menjadi teman yang menyenangkan dalam menjalankan ibadah puasa.

Rekomendasi Berita