Mahasiswa Rantau dan Dilema Mudik Lebaran
- 10 Mar 2026 18:06 WIB
- Purwokerto
RRI.CI.ID, Purwokerto : Mudik Lebaran menjadi momentum tahunan yang dinantikan oleh sebagian masyarakat di Indonesia, terutama bagi mereka yang merantau jauh dari kampung halaman. Tidak terkecuali, mahasiswa yang harus menempuh pendidikan di luar daerah. Mudik Lebaran menjadi hal yang mereka tunggu-tunggu untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, melonjaknya harga tiket kereta dan bus menjadi persoalan yang kerap mereka hadapi.
Menjelang Idulfitri, ribuan mahasiswa berbondong-bondong memadati terminal dan stasiun agar mereka dapat pulang lebih awal. Fenomena ini menarik untuk disimak karena puncak arus mudik bagi mereka umumnya baru terjadi sekitar H-7 Lebaran.
Alasan utama mahasiswa mudik lebih awal adalah untuk menghindari lonjakan harga tiket transportasi. Biasanya, harga tiket bus dan kereta akan naik drastis menjelang lebaran. Oleh karena itu, mereka menyiasati dengan memesan tiket jauh-jauh hari agar mendapatkan harga yang lebih murah.
“Aku tim pulang mepet lebaran sih, H-7 lah. Kalau beli tiket kereta tuh harus war tengah malem, dan jarang dapet. Jadi, aku lebih milih pake bus yang sudah pasti ada dan harganya lebih murah, dengan fasilitas yang lebih nyaman,“ ujar Nayu mahasiswi rantau asal Bogor.
Nayu mengungkapkan bahwa kenyamanan selama mudik juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Ia lebih memilih menggunakan bus meskipun harus menempuh jarak lebih jauh, tentunya dengan fasilitas yang lebih nyaman. Selain itu, ia menyebutkan alasan yang mendorong mahasiswa untuk mudik lebih awal adalah kebijakan kampus yang fleksibel. Tidak sedikit, kampus yang memilih untuk melaksanakan perkuliahan jarak jauh (daring) jauh hari sebelum ditentukannya libur lebaran.
Nayu berharap seluruh mahasiswa yang melakukan perjalanan mudik lebaran tetap waspada dan berhati-hati selama perjalanan, termasuk dalam membawa barang dan menjaga kondisi fisik. Ia juga mengharapkan, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada mahasiswa pemudik melalui kemudahan pembelian tiket atau subsidi harga tiket, sehingga kekhawatiran ini tidak menjadi penghalang bagi mereka merayakan Lebaran bersama keluarga.
(Milly)