Keselamatan Tetap Jadi Prioritas dalam Tradisi Berbagi Takjil
- 11 Mar 2026 13:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Tradisi berbagi takjil pada bulan Ramadan menjadi aksi sosial yang kerap dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari komunitas, organisasi, hingga instansi tertentu. Kegiatan ini menjadi salah satu ibadah sunah yang dianjurkan. Selain mendapat pahala yang berlipat ganda, aksi sosial ini juga menjadi wujud kepedulian bagi sesama yang perlu diapresiasi. Namun, semangat berbagi perlu diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan, bagi pembagi takjil maupun pengguna jalan.
Sejumlah kegiatan berbagi takjil kerap dilakukan di pinggir jalan raya, bahkan di titik-titik yang cukup padat lalu lintasnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan hingga risiko kecelakaan apabila tidak dikelola dengan baik. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus agar kegiatan berbagi takjil tidak dilakukan secara sembarangan di bahu jalan, apalagi di tikungan atau persimpangan yang rawan kecelakaan.
Sosialisasi keselamatan berlalu lintas gencar dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Banyumas bersamaaan dengan kegiatan berbagi takjil di beberapa ruas jalan. Kelompok pembagi takjil juga diharapkan berkoordinasi dengan aparat setempat guna mendapat pengawalan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya konkret untuk meminimalisir risiko yang ada.
“Pembagian takjil di jalan harus tetap mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan kondisi jalan, serta memberi tanda untuk menurunkan laju kendaraan, agar penerima takjil tidak berhenti mendadak,” ujar Sefti seorang mahasiswa di Purwokerto.
Sefti menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama pada proses pembagian takjil. Pembagi takjil harus memperhatikan kondisi jalanan dan pemberian rambu-rambu khusus, sebagai tanda bagi penerima takjil, serta meminimalisir timbulnya antrean kemacetan dan risiko kecelakaan.
Sefti juga berharap, dengan adanya kegiatan berbagi takjil dapat menjadi sarana agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebersamaan dan hangatnya bulan suci ramadan. Tidak terkecuali bagi pengendara atau pejalan kaki yang jauh dari kampung halaman.
Pada akhirnya, semangat berbagi di bulan Ramadan tentu menjadi hal yang sangat mulia dan patut untuk terus dilestarikan. Namun, prioritas keselamatan dan keamanan adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh dikesampingkan. Dengan koordinasi dan perencanaan yang baik tradisi berbagi takjil dapat jadi momentum yang tidak hanya mempererat tali silahturahmi tapi juga aman bagi seluruh masyarakat.
(Milly)