Jagongan Film, Ruang untuk Film Lokal
- 13 Jan 2026 12:02 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Menonton film pendek bisa menjadi hobi yang sangat menyenangkan dan bermanfaat. Tidak hanya menghibur, menonton film pendek juga bisa meningkatkan kreativitas, memperluas pengetahuan, dan membantu relaksasi.
Jagongan film menjadi ruang menonton film pendek lokal yang dikemas dalam sebuah program dan diskusi terbuka bagi masyarakat. Jagongan film berdiri sejak Oktober 2025 dan terus berkembang sebagai komunitas kegiatan kreatif di Purwokerto. Jagongan film yang digagas oleh Bagas Wisnuardi dan Raihani Wikantyasa menghadirkan makna baru dari aktivitas nongkrong bukan sekedar duduk bersama.
Raihan Wikantya, yang akrab disapa Ka Wikan mengungkapkan bahwa Jagongan Film lahir dari keresahan akan minimnya ruang menonton dan ruang apresiasi film, khususnya bagi karya lokal dan independent. Menurutnya banyak orang yang menyukai film namun tidak memiliki wadah untuk berkumpul, menonton bersama sekaligus berdiskusi .
“Kegiatan Jagongan film rutin digelar setiap bulan dengan tema dan film yang berbeda-beda.Pada akhir pekan kemarin bergelar di Menara Padang dilakukan dengan cara terbuka dan gratis mampu menarik sekitar 50 penonton dari berbagai latar belakang, khususnya pecinta film dan komunitas kreatif,” kata Bagas Wisnuardi, seorang Pegiat Seni dalam siaran Apresiasi Seni dan Sastra Pro 2 RRI Purwokerto.
“Jagongan Film ini menjadi ruang alternatif bagi teman-teman yang ingin menyampaikan film, terutama hal hal yang belum terjawab. Berbeda dengan bioskop pada umumnya, Jagongan Film lebih bersifat independen. Film-film yang diputar merupakan karya yang merepresentasikan suara dan keresahan pembuatnya,” ungkap Wikan.
Selain produksi lokal Banyumas, Jagongan Film juga memutar film dari luar daerah seperti Yogyakarta dengan terlebih dahulu berkomunikasi dengan para pembuat filmnya. Karya-karya tersebut disebut sebagai bentuk karya anak bangsa yang patut diapresiasi.
Kriteria film yang diputar pun cukup beragam. Banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun komunitas film yang memiliki stok produksi dan diberi ruang untuk menayangkan karyanya. Film-film tersebut dipilih karena mampu mewakili suara teman-teman komunitas dan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Jagongan Film mempunyai jargon”Ngumpul, Nonton, Ndopok” Saat ini, kegiatan ini didukung oleh sekitar tujuh hingga delapan komunitas yang terlibat secara fleksibel dan sukarela. Tidak hanya menonton, Jagongan Film juga menjadi ruang bertukar ide, gagasan, serta memperluas jejaring antar komunitas. (Silma)